Berbatov Diancam, Ferguson Bertindak  

Manchester United
ME Gunawan
02/12/2009 08:45
Striker MU, Dimitar Berbatov (kiri) berjalan bersama-sama manajernya Sir Alex Ferguson (kanan) seusai laga lawan Blackburn Rovers di Old Trafford, 31 Oktober 31, 2009. AFP PHOTO/Glyn Kirk
Ferguson dan Berbatov (© AFP 2009)

Liputan6.com, Manchester: Beberapa hari yang lalu striker Manchester United, Dimitar Berbatov menerima kabar buruk. Keselamatan keluarganya yang tinggal di Sofia terancam. Ibunda Berbatov, Margarita menerima peringatan dari mafia lokal yang tidak segan-segan akan menculik istri dan anak Berbatov andaikata striker termahal The Red Devils itu tidak mau membayar uang perlindungan keamanan sebesar 500 ribu pound atau sekitar Rp 7,85 miliar.

Menurut Kantor Berita Bulgaria, Blitz, seperti yang dikutip Daily Mail, Berbatov menolak untuk melaporkan ancaman penculikan tersebut kepada pihak kepolisian setempat. Pasalnya, Berbatov mendapat kabar dari sejumlah sumber “bawah tanah” jika oknum dari Kementerian Dalam Negeri Bulgaria juga ikut bermain dalam rencana penculikan tersebut.

Mendengar keselamatan keluarga anak didiknya terancam, manajer MU Sir Alex Ferguson segera bergerak dan menyewa pesawat terbang khusus untuk mengevakuasi Elena, istri Berbatov, dan anaknya, Dea, dari Sofia dan membawanya ke Manchester, Inggris. Isunya, kediaman Berbatov mulai mendapat penjagaan keamanan yang ketat.

“Dimi (Berbatov) sangat khawatir dengan keselamatan keluarganya. Ia pun berjanji akan memberikan hadiah (uang) kepada para tetangganya andaikata mereka mengabarkan adanya orang-orang yang mencurigakan beredar di sekitar tempat tinggalnya,” ujar seorang teman dekat keluarga Berbatov.

Menurut Blitz, Berbatov diyakini telah melakukan langkah negosiasi rahasia dengan bos mafia tersebut yang akhirnya setuju untuk melepaskan keluarganya. Ketika masih memperkuat CSKA Sofia, Berbatov sempat menjadi korban penculikan mafia Bulgaria. Ia dapat selamat setelah ayahnya turun tangan dan melakukan negosiasi dengan para penculik.(MEG)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.