Bruce Geram dengan Bent dan Jones  

Sunderland
ME Gunawan
28/09/2009 12:30
Striker Sunderland, Kenwyne Jones (kanan) dan tandemnya, Darren Bent, merayakan gol penalti ke gawang Wolverhampton Wanderers dalam lanjutan EPL yang digelar di Stadium of Light, 27 September 2009. AFP PHOTO/GRAHAM STUART
Bent dan Jones (© AFP 2009)

Liputan6.com, Sunderland: Lewat pertandingan yang sangat seru, Sunderland meraih kemenangan keempat di musim ini setelah dalam lanjutan premiership di pekan ketujuh, Minggu (27/9) kemarin memukul telak tamunya Wolverhampton Wanderers 5-2 (1-0) dalam laga yang digelar di Stadium of Light. Duet striker The Black Cats, Darren Bent dan Kenwyne Jones masing-masing mencetak dua gol.

Meski menjadi inspirator dan penentu kemenangan timnya, Bent dan Jones mendapat kado buruk seusai pertandingan. Kado buruk yang dimaksud adalah umpatan dan kegeraman yang dilontarkan bos mereka, manajer Sunderland, Steve Bruce. Mantan kapten Manchester United itu mengecam keras keputusan Bent yang membiarkan Jones mengeksekusi tendangan penalti kedua saat babak kedua baru berlangsung dua menit.

Ketika itu, seperti yang dilansir The Sun, Bent sengaja memberi kesempatan kepada Jones untuk mencetak gol. Karenanya, Bent yang menjadi eksekutor penalti pertama di menit kedelapan mempersilakan Jones menjadi algojo. Keputusan yang dikecam keras Bruce mengingat besarnya risiko yang diambil andaikata Jones gagal menunaikan tugasnya.

“Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sampai diberitahu (asistennya) Eric Black seusai laga. Saya pikir Bent mencetak hat-trick, dua dari tendangan penalti dan gol ketiga yang membentur kaki bek lawan (Mancienne). Satu hal yang pasti, saya tidak akan mengizinkan hal itu (pergantian eksekutor penalti dari Bent ke Jones) kembali terjadi. Risikonya terlalu besar jika Jones gagal melakukannya,” ujar Bruce berapi-api.

Menurut Bruce, apa yang dilakukan Bent dan Jones mirip dengan kelakuan anak-anak (murid) taman bermain (TK). “Memberi orang lain kesempatan mengeksekusi penalti dengan alasan Anda merasa kasihan kepadanya karena ia belum kunjung berhasil mencetak gol adalah tindakan anak-anak, bukan (pemain) Liga Premier. Darren (Bent) adalah salah satu eksekutor penalti terbaik di ranah Inggris. Saya tidak peduli meskipun tim sedang unggul 5-0 kek, 6-0 kek, yang pasti jika itu (penalti) terjadi lagi dan ia (Bent) berada di lapangan, maka dialah yang menjadi algojonya,” tandas Bruce. (MEG)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tidak Mudah dan Sulit
Patrice Evra

Tidak Mudah dan Sulit  

Terlempar dari tim unggulan, hasil undian PD 2010 pantas disyukuri Prancis yang terhindar dari pertemuan dengan tim-tim raksasa. Tapi, Patrice Evra mewanti-wanti Les Bleus tidak akan mudah lolos dari penyisihan grup.