Kinerja Sunderland Bikin Bruce Sumringah  

Sunderland
ME Gunawan
11/11/2009 05:00
Gaya manajer Sunderland, Steve Bruce di laga lawan Burnley yang berlangsung di Turf Moor, Burnley, 19 September 2009. AFP PHOTO/ANDREW YATES.
Steve Bruce (© AFP 2009)

Liputan6.com, Sunderland: Tidak berlebihan jika performa Sunderland di sepanjang musim ini merupakan yang terbaik dalam sembilan tahun terakhir. Setelah sempat terperosok ke divisi championship di musim 2003-04, 2004-05, dan 2006-07, The Black Cats kini menempati peringkat kedelapan klasemen sementara premiership. Kontras dengan posisi akhir tim di musim 2007-08 dan 2008-09 yang bertengger di peringkat ke-15 dan ke-16.

Kinerja Kieran Richardson dkk itu tentunya membuat manajer tim Steve Bruce gembira bukan kepalang. Bahkan, mantan kapten Manchester United itu sangat yakin jika kiwari Sunderland bukanlah tim yang minder tatkala bertanding melawan tim-tim besar (elite). Hal itu ditunjukkan dari performa Richardson dkk saat bertarung melawan Tottenham Hotspur, Aston Villa, Liverpool, dan MU.

“Saya sangat senang dengan penampilan kami di laga lawan United, Liverpool, Villa, dan West Ham. Saya kecewa dengan unjuk kinerja tim saat menghadapi Birmingham City. Namun, saya pikir, kami justru tampil lebih baik dibanding Spurs
(Sunderland kalah 0-2, Sabtu, 7 November),” tutur Bruce seperti yang dikatakannya kepada Sunderland Echo.

Meskipun hasil pertandingan tidak selalu memihak kepada The Black Cats, Bruce sangat terkesan dengan peningkatan performa Richardson yang dinilainya berkembang cukup signifikan. “Hasil pertandingan tidak sesuai dengan harapan kami. Namun, setidaknya, kami bisa berbesar hati melihat sikap dan stamina para pemain,” tegas Bruce.(MEG)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.