Sinyal Senderos Tinggalkan Emirates  

Arsenal
ME Gunawan
16/11/2009 02:20
Manajer Arsenal, Arsene Wenger (kanan) bercakap-cakap dengan bek asal Swiss, Philippe Senderos dalam sesi latihan di London Colney, 3 November 2009 jelang laga Liga Champions Group H lawan AZ Alkmaar. AFP PHOTO/Ian Kington
Senderos dan Wenger (© AFP 2009)

Liputan6.com, London: Naas benar nasib Philippe Senderos di Emirates Stadium di musim ini. Dari 11 pertandingan Liga Premier yang telah dilakoni Arsenal, Senderos tak pernah satu kali pun diturunkan manajer Arsene Wenger. Pun begitu pula ketika The Gunners berkiprah di ajang Liga Champions. Senderos hanya duduk-duduk manis di bangku cadangan.

Kedatangan Thomas Vermaelen, mantan palang pintu Ajax Amsterdam berkebangsaan Belgia membuat posisi Senderos tergeser. Wenger baru memainkan bek plontos berpostur 191 cm itu ketika Arsenal melakoni kompetisi kelas dua, Carling Cup. Dua kali Senderos bermain sebagai starter di laga lawan West Bromwich Albion, 22 September, dan melawan Liverpool, 28 Oktober.

Kondisi ini terang saja membuat Senderos tak karuan. Defender yang di musim lalu dipinjamkan ke AC Milan ini mengaku membuka kemungkinan untuk meninggalkan Emirates Stadium dan mencari klub baru di bursa transfer musim dingin Januari.

“Saya perlu mencari solusi menyusul tak kunjung dapatnya saya mendapat kesempatan bermain bersama Arsenal,” tegas Senderos seperti yang dikatakannya kepada Sunday Mirror. “Boleh jadi, opsinya adalah berganti klub di (bursa) musim dingin. Saya tetap membuka segala kemungkinan,” imbuhnya.

Senderos mengakui jika kiwari merupakan masa-masa sulit sepanjang karirnya. “Periode yang sangat sulit bagi saya. Ibarat ujian yang harus saya lalui. Namun, saya tetap percaya kepada Tuhan dan tetap bertekad baja,” tandas Senderos, 24 tahun, yang di bursa transfer musim panas lalu sempat dilirik manajer Everton, David Moyes.(MEG)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.