Isu Politik di Fratton Park  

Portsmouth
ME Gunawan
22/11/2009 19:20
Wigan Athletic's player Amr Zaki reacts after missing a great chance to score against Manchester City during a Premier League football match at The City of Manchester Stadium on January 17, 2009. AFP PHOTO/IAN KINGTON
Amr Zaki (© AFP 2009)

Liputan6.com, Portsmouth: Siapapun tahu jika Mesir dan Israel bagaikan anjing dan kucing, selalu ribut dan bertengkar. Kisruh politik kedua negara itu juga tercium di lapangan hijau. Tidak hanya dengan Israel, Mesir pun mempunyai hubungan yang buruk dengan negara Afrika lainnya, Aljazair. Contoh aktual, keributan yang mewarnai play-off PD 2010 Zona Afrika antara kedua negara yang berlangsung di Sudan, Rabu (18/11) lalu.

Isu politik antarnegara tersebut kembali muncul. Adalah striker Zamalek, Amr Zaki yang menjadi penyulutnya. Mantan striker Wigan Athletic berusia 26 tahun itu digadang-gadang bakal kembali berkecimpung di Liga Premier Inggris ketika bursa transfer musim dingin dibuka awal Januari mendatang.

Portsmouth ditengarai bakal meminang bomber kontroversial asal Mesir tersebut. Hal ini didasarkan atas pengakuan pemegang saham minoritas klub yang notabene mantan owner, Sulaiman Al-Fahim. "Don Juan" dari Abu Dhabi ini mengaku kerap berhubungan dengan Zaki terkait kemungkinan dirinya bergabung ke Fratton Park.

Namun, seperti yang dilansir Daily Mirror, Zaki menolak opsi bergabung ke Pompey, julukan Portsmouth. Alasannya? Ya itu tadi, buruknya hubungan politik antara Mesir dengan Israel dan Aljazair. Zaki mengaku mustahil baginya untuk bermain bareng dengan bek Pompey asal Aljazair, Nadir Belhadj, dan defender asal Israel, Tal Ben Haim. Zaki pun mencoret kemungkinan ia bekerja di bawah arahan Avram Grant yang pada 7 Oktober lalu diangkat menjadi Direktur Sepakbola Klub.

“Sebelumnya, saya memang menolak tawaran dari mereka. Tapi, kini bergabung bersama Portsmouth bukan lagi menjadi pilihan bagi saya. Setelah Portsmouth merekrut pemain asal Israel (Ben Haim) dan juga memekerjakan Direktur Sepakbola asal Israel (Grant), maka kemungkinan bagi saya untuk bergabung bersama mereka sudah tertutup. Lagipula, terutama, tidak mungkin bagi saya bermain di Portsmouth bareng pemain asal Aljazair,” tegas Zaki di situs resminya.(MEG)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.