Defoe Cetak Rekor, Spurs Bantai Wigan  

Pekan Ke-13 Liga Premier
ME Gunawan
22/11/2009 23:55
Striker Tottenham Hotspur, Jermain Defoe (kanan) diselamati kiper Heurelho Gomes seusai laga lawan Wigan Athletic di White Hart Lane, 22 November 2009. Defoe cetak 5 gol. Spurs unggul 9-1. AFP PHOTO / Adrian Dennis
Jermain Defoe (© AFP 2009)

Liputan6.com, London: Sejarah tercipta di White Hart Lane, Minggu (22/11). Tottenham Hotspur mencetak kemenangan terbesar sepanjang sejarah klub setelah meluluhlantakkan perlawanan Wigan Athletic dengan skor sangat telak 9-1 (1-0). Skor dengan margin terbesar sejak Manchester United menggulung Ipswich 9-0 di Old Trafford, 1995, dan nyaris menyamai jumlah gol terbanyak dalam satu pertandingan yang tercipta di laga antara Portsmouth versus Reading (7-4), 29 September 2007.

Sejatinya, publik White Hart Lane tak menduga jika Defoe dkk mampu berpesta gol ke gawang The Latics yang dikawal Chris Kirkland. Pasalnya, meskipun unggul cepat di menit kesembilan lewat gol hasil sundulan Peter Crouch memanfaatkan umpan silang Aaron Lennon yang juga tampil sangat gemilang di laga tersebut, sampai turun minum tiba skor 1-0 tetap bertahan.

Baru di awal babak kedua aroma pesta mulai tercium ketika Defoe mencetak hat-trick di menit ke-51, menit ke-54 dan menit ke-58. Hat-trick Defoe yang tercipta dalam tujuh menit tersebut merupakan hat-trick tercepat kedua sepanjang sejarah persepakbolaan Inggris setelah prestasi serupa yang dibukukan Robbie Fowler, empat menit dan 33 detik, ketika Liverpool mengalahkan Arsenal, 28 Agustus 1994.

Semenit sebelum Defoe mencetak hat-trick, Paul Scharner sempat memperkecil ketinggalan menjadi 1-3 lewat tendangan kerasnya yang gagal dibendung kiper Heurelho Gomez. Gol Scharner dinilai kontroversial mengingat ia menggunakan tangan kanannya—seperti ulah Thierry Henry di babak play-off PD 2010 melawan Republik Irlandia—saat mengontrol bola hasil umpan jauh Hugo Rodallega.

Meski unggul jauh, 4-1, anak-anak asuhan Harry Redknapp tidak mau mengendurkan tekanannya. Seakan ingin membalas kepercayaan publik, Spurs mencetak lima gol tambahan dalam waktu 30 menit terakhir. Adalah tendangan keras Lennon di menit ke-64 yang mengubah kedudukan menjadi 5-1. Lalu, Defoe kembali berulah, mencetak dua gol di menit ke-69 dan menit ke-87.

Alhasil, Defoe mencetak lima gol, prestasi yang membuatnya menjadi pemain ketiga sepanjang sejarah Liga Premier yang mampu mendulang lima gol dalam satu pertandingan. Dua pemain lainnya adalah Andy Cole di laga MU vs Norwich, 4 Maret 1995 dan Alan Shearer di laga Newcastle United vs Sheffield Wednesday, 19 September 1999.

Seakan tak puas, Spurs kembali mencetak dua gol tambahan di sisa pertandingan. Semenit seusai gol kelima Defoe, tendangan bebas David Bentley yang masuk sebagai pengganti Lennon memperbesar keunggulan menjadi 8-1. Gol ini sejatinya merupakan gol bunuh diri Kirkland. Tepisannya dari free-kick Bentley membentur tiang gawang dan membentur dirinya sendiri sebelum masuk ke dalam gawang. Di injury time, sepakan Niko Kranjcar menggenapkan keunggulan Spurs menjadi 9-1.

Dengan kemenangan besar ini, Spurs kembali menempati peringkat empat besar dengan jumlah 25 poin atau sama dengan raihan Arsenal. Produktivitas gol Spurs pun menyamai raihan MU yaitu surplus 14 gol atau tertinggal tujuh dan 11 gol dari selisih gol The Gunners dan Chelsea.(MEG)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.