Fuller Menangkan The Potters  

Pekan Ke-13 Liga Premier
ME Gunawan
23/11/2009 01:00
Selebrasi striker Stoke City asal Jamaika, Ricardo Fuller seusai menjebol gawang Portsmouth dalam lanjutan EPL yang digelar di Britannia Stadium, Stoke-on-Trent, 22 November 2009. Stoke unggul 1-0. AFP PHOTO/PAUL ELLI
Ricardo Fuller (© AFP 2009)

Liputan6.com, Stoke-on-Trent: Stoke City berhasil memantapkan posisinya di peringkat kesembilan klasemen sementara setelah unggul 1-0 (0-0) atas tamunya Portsmouth dalam lanjutan Liga Premier di pekan ke-13 yang berlangsung di Britannia Stadium, Stoke-on-Trent, Minggu (22/11). Sebaliknya, kekalahan untuk ke-10 kalinya ini kian membenamkan posisi Pompey di dasar klasemen.

Gol semata wayang kemenangan The Potters dicetak strikernya asal Jamaika, Ricardo Fuller di menit ke-74. Ironisnya, Fuller, 30 tahun, merupakan mantan bomber Pompey di musim 2004-05. Stoke pantas beruntung mendapatkan tiga poin penuh mengingat di menit-menit awal babak pertama, tim tamu berkesempatan mencetak gol ketika eksekusi penalti yang dilakukan Kevin-Prince Boateng dengan mudah berhasil diselamatkan kiper Stoke, Thomas Sorensen. Putusan penalti diberikan wasit menyusul pelanggaran yang dilakukan Rory Delap terhadap Aruna Dindane.

Sementara itu, sebelumnya bertempat di Reebok Stadium, meskipun tampil tanpa didampingi bosnya Sam Allardyce yang tengah melakukan persiapan menjalani operasi jantung, Blackburn Rovers tampil perkasa dan membungkam tuan rumah Bolton Wanderers 2-0 (1-0). Dua gol kemenangan Rovers dihasilkan David Dunn di menit ke-32 dan gol bunuh diri bek The Trotters, Sam Ricketts di menit ke-73.

Dengan kemenangan ini, Rovers naik empat strip ke peringkat ke-11 dengan jumlah 16 poin hasil dari 12 pertandingan. Sementara, Bolton tetap berada di zona degradasi, peringkat ke-18 dengan jumlah 11 poin.(MEG)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.