Annabi Lirik Asisten Ferguson  

Manchester United
ME Gunawan
23/11/2009 13:10
Manajer MU, Sir Alex Ferguson (kanan) berbincang-bincang dengan coach Rene Meulensteen saat sesi latihan di Carrington, Manchester, 6 April 2009 jelang laga perempat final Liga Champions. AFP PHOTO/PAUL ELLIS
Ferguson dan Meulensteen (© AFP 2009)

Liputan6.com, Manchester: Seusai kegagalan memetik tiga poin penuh saat menjamu Bahrain di matchday kedua putaran keempat kualifikasi PD 2010 Zona Asia Grup A, Qatar memecat pelatih timnasnya asal Uruguay, Jorge Fossati. Sebagai penggantinya, Annabi, julukan Qatar, menunjuk pelatih top asal Prancis yang pernah sukses mengantarkan Senegal di PD 2002, Bruno Metsu.

Hasilnya? Tetap memble. Abdullah Koni dkk justru menelan empat kali kekalahan berturut-turut dari Australia, Jepang, Uzbekistan, dan Bahrain. Alhasil, boro-boro meraih tiket ke Afrika Selatan, Qatar gagal merebut jatah play-off AFC Nah, yang kebagian getah dari kegagalan Annabi melaju ke putaran final PD 2010 adalah Manchester United. Kok, bisa?

Seperti yang dilansir Daily Mirror, Asosiasi Sepakbola Qatar (QFA) berencana memboyong Rene Meulensteen, first-team coach MU. Bersama-sama Mike Phelan, asisten manajer, Meulensteen merupakan tangan kanan Sir Alex Ferguson sepeninggal hengkangnya Carlos Queiroz ke Portugal.

Spekulasi yang beredar di Doha, QFA menempatkan Meulensteen, pelatih kelahiran Belanda berusia 45 tahun sebagai kandidat utama pengganti Metsu. Guna membujuk Meulensteen hengkang dari Old Trafford, Qatar siap menyodorkan tawaran yang menggiurkan.

Meulensteen yang sempat “menimba ilmu” bersama klub Denmark, Brondby IF, bukanlah sosok asing dalam persepakbolaan Qatar. Ketika masih berusia 29 tahun, Meulensteen pergi ke Qatar guna bekerja bersama-sama pelatih terkenal Wiel Corver yang kebagian tugas menanganti timnas yunior Qatar. Pada 1999, Meulensteen menjadi pelatih Al-Gharrafa dan sukses meraih Arab Cup. Setahun kemudian, Meulensteen “dibajak” Al-Sadd dan berhasil merebut trofi domestik, Emir Cup.(MEG)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.