Wiley Tak Akan Gugat Ferguson
Manchester United ME Gunawan24/11/2009 23:40
Aksi wasit Alan Wiley saat memimpin laga EPL antara Wigan Athletic dan Manchester City di DW Stadium, Wigan, 18 Oktober 2009. AFP PHOTO/PAUL ELLIS
Alan Wiley (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, London: Masih ingat dengan komentar sinis yang dilontarkan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson terhadap wasit Alan Wiley seusai laga antara MU vs Sunderland di Old Trafford, Sabtu, 3 Oktober lalu (Baca: Ferguson Terancam Dituntut FA)?
Gara-gara ucapan yang tidak pantas itu—mengklaim kondisi fisik Wiley tidak cukup fit untuk menjadi pengadil di laga premiership—Ferguson mendapat "jeweran" dari Komisi Regulasi FA, yaitu larangan touchline ban sebanyak empat pertandingan, dua di antaranya ditangguhkan, dan denda sebesar 20 ribu pound (Baca: Ferguson Kena Batunya).
Meskipoun Ferguson telah meminta maaf atas komentarnya itu, kolega Wiley, termasuk Prospect (persatuan atau uni wasit), mendesaknya untuk menyeret manajer paling sepuh di Liga Premier itu ke meja hijau. Namun, seperti yang dikutip The Telegraph, Wiley menolak memperpanjang masalah dan bertekad melupakan insiden tersebut. “Meskipun saya sangat kecewa dengan pernyataan yang jelas-jelas menyerang itu saya ingin melupakannya dan terus berkonsentrasi dalam tugas saya sebagai wasit,” tegas Wiley.
Sementara itu, dalam surat resminya kepada FA, Prospect meminta badan otoritas sepakbola tertinggi di Inggris itu untuk mendukung eksistensi para wasit dan membuat keputusan (hukuman) yang lebih keras andaikata insiden Ferguson-Wiley di masa mendatang kembali terulang.
“Penyerangan yang tidak benar (tidak didukung dengan bukti-bukti yang memadai) terhadap para wasit membahayakan dan merusak reputasi anggota kami (wasit). Para wasit memahami dan menerima jika keputusannya di lapangan bakal dipertanyakan. Akan tetapi, penyerangan secara personal tidak dapat diterima,” tandas Alan Leighton, Sekretaris Prospect.(MEG)
Gara-gara ucapan yang tidak pantas itu—mengklaim kondisi fisik Wiley tidak cukup fit untuk menjadi pengadil di laga premiership—Ferguson mendapat "jeweran" dari Komisi Regulasi FA, yaitu larangan touchline ban sebanyak empat pertandingan, dua di antaranya ditangguhkan, dan denda sebesar 20 ribu pound (Baca: Ferguson Kena Batunya).
Meskipoun Ferguson telah meminta maaf atas komentarnya itu, kolega Wiley, termasuk Prospect (persatuan atau uni wasit), mendesaknya untuk menyeret manajer paling sepuh di Liga Premier itu ke meja hijau. Namun, seperti yang dikutip The Telegraph, Wiley menolak memperpanjang masalah dan bertekad melupakan insiden tersebut. “Meskipun saya sangat kecewa dengan pernyataan yang jelas-jelas menyerang itu saya ingin melupakannya dan terus berkonsentrasi dalam tugas saya sebagai wasit,” tegas Wiley.
Sementara itu, dalam surat resminya kepada FA, Prospect meminta badan otoritas sepakbola tertinggi di Inggris itu untuk mendukung eksistensi para wasit dan membuat keputusan (hukuman) yang lebih keras andaikata insiden Ferguson-Wiley di masa mendatang kembali terulang.
“Penyerangan yang tidak benar (tidak didukung dengan bukti-bukti yang memadai) terhadap para wasit membahayakan dan merusak reputasi anggota kami (wasit). Para wasit memahami dan menerima jika keputusannya di lapangan bakal dipertanyakan. Akan tetapi, penyerangan secara personal tidak dapat diterima,” tandas Alan Leighton, Sekretaris Prospect.(MEG)
Tickets Buffalo
Quality and service starts with KLM Check our special offers & deals.
www.klm.id/buffalo
Quality and service starts with KLM Check our special offers & deals.
www.klm.id/buffalo
Bookmark
Wawancara
Mohamed Zidan
Tetap Lapar dengan Gelar
Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.
Tickets Buffalo
Quality and service starts with KLM Check our special offers & deals.
www.klm.id/buffalo
Quality and service starts with KLM Check our special offers & deals.
www.klm.id/buffalo
