Partai Musim Ini bagi The Gunners
Jelang Derby London ME Gunawan27/11/2009 14:05
Gaya manajer Arsenal, Arsene Wenger di laga lanjutan EPL melawan Tottenham Hotspur yang berlangsung di Emirates Stadium, 31 Oktober 2009. AFP PHOTO/Carl de Souza
Arsene Wenger (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, London: Jangan alihkan perhatian Anda pada Minggu (29/11) lusa. Dua klub elite Liga Premier, Arsenal dan Chelsea, akan saling menjajal kekuatan masing-masing dalam laga bertajuk derby London yang akan berlangsung di Emirates Stadium. Partai yang boleh jadi akan menentukan sukses tidaknya musim ini bagi The Gunners dan Arsene Wenger yang hampa gelar premiership dalam lima tahun terakhir.
Sangat krusialnya laga tersebut bagi Arsenal dapat disimak dari kondisi terkini di klasemen sementara. Setelah 12 pekan dilalui, kekalahan saat menjamu skuad Carlo Ancelotti bakal melebarkan jarak The Gunners dan The Blues menjadi 11 angka. Lagipula, musim belum bergulir ke bulan Desember, periode yang kerap disebut menjadi bulan penentu suksesnya sebuah tim.
Tidak ada yang menampik jika dikatakan penampilan Francesc Fabregas dkk di lapangan hijau sangat menawan. Mungkin, hanya Barcelona yang bisa memeragakan sepakbola menyerang yang lebih rancak dibanding Fabregas dkk. Akan tetapi, Wenger tahu pasti jika anak-anak asuhannya kerap tampil inkonsisten, terutama saat bertandang ke kandang lawan.
Karena itulah Wenger menggerutu melihat tumbangnya Arsenal di kandang Sunderland, Sabtu (21/11) lalu yang menjadi kekalahan pertama bagi Fabregas dkk dari 14 pertandingan terakhir di semua ajang kompetisi. “Kemunduran luar biasa. Sebab, kami membutuhkan konsistensi untuk meraih trofi,” tegas Wenger seusai laga tersebut seperti yang dikutip The Sun.
Menoleh ke belakang, Arsenal memang kerap tampil inkonsisten. Setelah tampil perkasa, menoreh rekor tak terkalahkan di musim 2003-2004 sekaligus meraih gelar premiership untuk kali ke-13, dalam lima musim berikutnya, skuad Wenger menoreh catatan yang sangat buruk ketika bertanding di kandang lawan.
Dari lima musim, Arsenal mengalami kekalahan tujuh kali saat bermain di kandang sendiri. Namun, di laga away, The Gunners tumbang 26 kali! Sangat jauh jika dibanding rapor Chelsea yang gugur 14 kali dan Manchester United yang menuai 18 kali kekalahan.
Yang menarik, rapor Arsenal saat bermain di kandang lawan di musim ini sampai usainya pergelaran di pekan ke-12 (sebagian besar tim sudah menjalani 13 partai), sama persis dengan catatan di musim lalu, yaitu dari tujuh kali pertandingan memetik tiga kali kemenangan, sekali bermain imbang dan tiga kali menderita kekalahan.
Catatan lainnya, dari enam laga yang digelar di kandang lawan, Arsenal hanya mampu meraup tujuh angka dari maksimal 18 poin. The Gunners pun selalu tumbang saat menyambangi markas tim-tim sepuluh besar, yaitu kalah 1-2 dari Manchester United, takluk 2-4 di tangan Manchester City, dan ya itu tadi 0-1 dari Sunderland.
Lalu? Kini, Arsenal menunggu datangnya Chelsea, tim yang berhasil menggondol 22 poin dari maksimal 24 angka di delapan pertandingan terakhir. Produktivitas Nicolas Anelka dkk terbilang gemilang, mencetak 25 gol dan hanya kebobolan dua gol.
Buruknya bagi Wenger, Arsenal kehilangan Robin van Persie. Absennya tukang gedor asal Belanda itu membuat gigitan lini depan The Gunners sedikit tumpul. Wenger hanya bisa berharap rekor sempurna di Emirates—selalu meraih kemenangan di lima partai—mampu dipertahankan Fabregas dkk.(MEG)
Sangat krusialnya laga tersebut bagi Arsenal dapat disimak dari kondisi terkini di klasemen sementara. Setelah 12 pekan dilalui, kekalahan saat menjamu skuad Carlo Ancelotti bakal melebarkan jarak The Gunners dan The Blues menjadi 11 angka. Lagipula, musim belum bergulir ke bulan Desember, periode yang kerap disebut menjadi bulan penentu suksesnya sebuah tim.
Tidak ada yang menampik jika dikatakan penampilan Francesc Fabregas dkk di lapangan hijau sangat menawan. Mungkin, hanya Barcelona yang bisa memeragakan sepakbola menyerang yang lebih rancak dibanding Fabregas dkk. Akan tetapi, Wenger tahu pasti jika anak-anak asuhannya kerap tampil inkonsisten, terutama saat bertandang ke kandang lawan.
Karena itulah Wenger menggerutu melihat tumbangnya Arsenal di kandang Sunderland, Sabtu (21/11) lalu yang menjadi kekalahan pertama bagi Fabregas dkk dari 14 pertandingan terakhir di semua ajang kompetisi. “Kemunduran luar biasa. Sebab, kami membutuhkan konsistensi untuk meraih trofi,” tegas Wenger seusai laga tersebut seperti yang dikutip The Sun.
Menoleh ke belakang, Arsenal memang kerap tampil inkonsisten. Setelah tampil perkasa, menoreh rekor tak terkalahkan di musim 2003-2004 sekaligus meraih gelar premiership untuk kali ke-13, dalam lima musim berikutnya, skuad Wenger menoreh catatan yang sangat buruk ketika bertanding di kandang lawan.
Dari lima musim, Arsenal mengalami kekalahan tujuh kali saat bermain di kandang sendiri. Namun, di laga away, The Gunners tumbang 26 kali! Sangat jauh jika dibanding rapor Chelsea yang gugur 14 kali dan Manchester United yang menuai 18 kali kekalahan.
Yang menarik, rapor Arsenal saat bermain di kandang lawan di musim ini sampai usainya pergelaran di pekan ke-12 (sebagian besar tim sudah menjalani 13 partai), sama persis dengan catatan di musim lalu, yaitu dari tujuh kali pertandingan memetik tiga kali kemenangan, sekali bermain imbang dan tiga kali menderita kekalahan.
Catatan lainnya, dari enam laga yang digelar di kandang lawan, Arsenal hanya mampu meraup tujuh angka dari maksimal 18 poin. The Gunners pun selalu tumbang saat menyambangi markas tim-tim sepuluh besar, yaitu kalah 1-2 dari Manchester United, takluk 2-4 di tangan Manchester City, dan ya itu tadi 0-1 dari Sunderland.
Lalu? Kini, Arsenal menunggu datangnya Chelsea, tim yang berhasil menggondol 22 poin dari maksimal 24 angka di delapan pertandingan terakhir. Produktivitas Nicolas Anelka dkk terbilang gemilang, mencetak 25 gol dan hanya kebobolan dua gol.
Buruknya bagi Wenger, Arsenal kehilangan Robin van Persie. Absennya tukang gedor asal Belanda itu membuat gigitan lini depan The Gunners sedikit tumpul. Wenger hanya bisa berharap rekor sempurna di Emirates—selalu meraih kemenangan di lima partai—mampu dipertahankan Fabregas dkk.(MEG)
Dr Ann Tan - Women & Fetal Centre
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Cord Blood Banking with Cordlife
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
Bookmark
Wawancara
Mohamed Zidan
Tetap Lapar dengan Gelar
Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.
Dr Ann Tan - Women & Fetal Centre
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Cord Blood Banking with Cordlife
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
