Drogba Pernah Ditolak Wenger  

Arsenal
Dimas Ramadani
01/12/2009 01:30
Gaya striker Chelsea, Didier Drogba seusai mencetak gol kedua ke gawang Atletico Madrid di penyisihan Grup D Liga Champions yang digelar di Vicente Calderon, 3 November 2009. Hasil akhir 2-2.AFP PHOTO/PIERRE-PHILIPPE MARCOU
Didier Drogba (© AFP 2009)

Liputan6.com, London: Penampilan gemilang ditunjukkan Didier Drogba pada laga derby London, Minggu (29/11). Drogba mencetak dua gol yang membawa Chelsea menggebuk Arsenal 3-0 dalam partai lanjutan Liga Premier di Emirates Stadium.

Total, Drogba sudah 10 kali menyeploskan bola ke gawang The Gunners dari 11 kali pertemuan. Performa yang mengguratkan sesal buat Arsene Wenger. Pasalnya manajer Arsenal itu pernah menolak sebuah kesempatan untuk merekrut Drogba. Lho?

Cerita bermula di 2000. Menurut apa yang diwartakan Le Equipe, mantan pelatih Liverpool asal Prancis, Jacques Crevoisier merekomendasikan striker internasional Pantai Gading tersebut kepada Wenger, manajer Arsenal. Ketika itu Drogba masih merumput bersama Le Mans dan berumur 22 tahun.

Wenger menolak karena naluri gol Drogba belum muncul di Le Mans. Sejak memulai kariernya pada 1998-2002, Drogba mengemas 12 gol dari 64 kali kesempatan bermain. Barulah ketika bergabung dengan Guingamp ia menunjukkan potensi besarnya, mengemas 20 gol dari 45 penampilan, sebelum mendapat sorotan di Olympique Marseille yang dibelanya di musim 2003-04.

Drogba sendiri diklaim pernah menuturkan tertarik dengan permainan ala Arsenal. Apalagi skuad klub London Utara itu banyak dihuni pemain asal Prancis, “negeri kedua” bagi Drogba. “Saya suka bermain melawan Arsenal karena mereka klub favorit di Prancis yang banyak pemainnya bermain di sana. So, saya juga mendukung mereka,” ungkap Drogba.(DIM)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.