Rp 1 Triliun untuk Jasa Agen  

Finansial Klub
Dimas Ramadani
01/12/2009 10:44
Reaksi kekecewaan dari striker Manchester City, Carlos Tevez di laga Liga Premier antara Manchester City vs Wolverhampton Wanderers di City of Manchester stadium, 22 Agustus 2009. AFP PHOTO/ANDREW YATES
Carlos Tevez (© AFP 2009)

Liputan6.com, London: Makelar atau agensi mengambil peran yang tidak kecil di Liga Premier. Total biaya yang dikeluarkan juga tidak main-main. Untuk pertama kalinya terungkap bahwa lebih dari 70 juta pound atau Rp 1 Triliun dialokasikan oleh 20 klub untuk membayar jasa para agen dalam semusim.

Jumlah tersebut sangat besar, sebanding dengan harga transfer Cristiano Ronaldo yang merupakan pemain termahal dunia. Atau tiga kali lipat bandrol striker Chelsea, Didier Drogba. Pun demikian besarnya setara dengan besarnya keuntungan Everton tahun lalu yang merupakan sebuah rekor.

Dari 1 Oktober 2008 sampai 30 September 2009, Manchester City menjadi klub terbanyak yang mengeluarkan anggaran untuk agen. Nilainya mencapai 13 juta pound (Rp 204,1 miliar) ketika mengumpulkan beberapa pemain bintang seperti Carlos Tevez, Emmanuel Adebayor dan Joleon Lescott, setelah diambil saham mayoritas klub berpindah ke Sheikh Mansour.

Melalui The Times, Chief Financial City, Graham Wallace berkomentar: “Akuisisi pemain yang kami lakukan—musim panas lalu—di luar perkiraan kami. Proses teransfer besar-besaran seperti ini sepertinya tidak akan terjadi untuk kedua kalinya.”

Alokasi dana buat para makelar terbesar kedua jatuh ke Chelsea dan dikuti Liverpool, Tottenham Hotspur dan West Ham United yang melengkapi lima besar. Yang menarik, Manchester United ternyata tidak terlalu banyak mengeluarkan dana buat para agen yang mencapai lebih dari 1,5 juta pound (Rp 23,5 miliar).(DIM)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.