The Hammers Potong Gaji  

West Ham United
ME Gunawan
09/02/2010 23:15
Gerbang West Ham United (© AFP 2010)

Liputan6.com, London: Krisis finansial yang melanda West Ham United benar-benar telah sampai ke “ubun-ubun”. Setelah melansir pola manajerial klub di bawah kepemimpinan rezim lama tak ubahnya seperti sebuah yayasan alias tukang bederma (Baca: West Ham Mirip Yayasan), co-owner klub, David Sullivan mengaku akan melakukan pemotongan gaji terhadap para pemain, staf tim dan manajemen klub sebagai upaya “pengetatan ikat pinggang”.

Spekulasinya, setiap tahun, The Hammers mengeluarkan dana tak kurang dari 60 juta pound atau sekitar Rp 882 miliar untuk membayar gaji pelatih, pemain, staf tim dan para pekerja klub lainnya. “Setiap orang akan diminta untuk menerima pemotongan gaji di musim panas mendatang,” aku Sullivan. Bisik-bisik, besarnya potong gaji diperkirakan mencapai besaran 25 persen!

Pernyataan Sullivan tersebut jelas akan memangkas jumlah bayaran yang diterima Scott Parker, Kieron Dyer, dan Matthew Upson. Ketiganya disebut-sebut menjadi pemain dengan gaji tertinggi di Upton Park, mencapai besaran 65 ribu pound (sekitar Rp 995 juta) per minggunya. Kesulitan keuangan yang dialami The Hammers tampak kian terang seiring dengan munculnya dokumen resmi yang menyatakan jika klub masih berutang 15 juta pound (Rp 220 miliar) kepada klub lain terkait fee penampilan para pemain.

Karena itu, Sullivan mewanti-wanti skuad asuhan Gianfranco Zola untuk dapat mempertahankan statusnya di kompetisi Liga Premier. Menurut Sullivan, jika West Ham terdegradasi, kesulitan finansial yang terjadi bakal jauh lebih dahsyat ketimbang krisis yang terjadi di Newcastle United.

“Bakal terjadi Armageddon andaikata kami terdegradasi. Situasinya bisa lebih buruk dibanding yang terjadi pada Newcastle. Saya yakin, jika setiap pemain, staf dan karyawan klub telah mendapat gaji yang berlebihan. Terlalu banyak dibanding klub-klub lainnya,” tegas Sullivan.(MEG/BBC/Guardian)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tidak Mudah dan Sulit
Patrice Evra

Tidak Mudah dan Sulit  

Terlempar dari tim unggulan, hasil undian PD 2010 pantas disyukuri Prancis yang terhindar dari pertemuan dengan tim-tim raksasa. Tapi, Patrice Evra mewanti-wanti Les Bleus tidak akan mudah lolos dari penyisihan grup.