Veron dan Jejak Sang Ayah  

Copa Libertadores
Dimas Ramadani
14/07/2009 11:13
Kapten Estudiantes, Juan Sebastian Veron (kanan) merayakan golnya ketika berhadapan dengan klub Brasil, Cruzeiro di partai Grup 5 Copa Libertadores 2009 di Stadion Unico, La Plata, Buenos Aires, 8 April 2009. AFP PHOTO/ALEJANDRO PAGNI
Juan Sebastian Veron (© AFP 2009)

Liputan6.com, Buenos Aires: Titel Liga Champions tidak mungkin lagi direngkuh Juan Sebastian Veron ketika menghabiskan kariernya di Eropa. Kembali ke Amerika Selatan, titel Copa Libertadores masuk berada dalam jangkauan.

Rabu, 15 Juli, Veron memimpin Estudiantes menghadapi klub Brasil, Cruzeiro, pada leg tandang yang menentukan partai final di Belo Horizonte. Walau berada dalam posisi kurang menguntungkan setelah bermain 0-0 di leg pertama di La Plata, pekan lalu, Veron menyimpan ambisi besar merengkuh gelar yang terakhir diperoleh Estudiantes pada 1970.

Di tahun itulah ayah Veron turut berjasa mengantar Estudiantes menjadi juara tiga kali berturut-turut, 1968 sampai 1970. “Sebastian (Veron) berada di pengujung tangga terakhir dalam perjalanan kariernya. Pengalaman bermain di Eropa sekarang akan sangat membantunya,” tukas Juan Ramon Veron, ayah pemain berusia 34 tahun tersebut, kepada Reuters.

“Ia kembali ke tanah kelahirannya dan sukses,” imbuh pria berusia 65 tahun yang sewaktu aktif bisa bermain di gelandang dan penyerang itu. Kembali ke Estudiantes, Veron sukses mengantar klubnya juara Torneo Apertura 2006 dan bermain di final Copa Sudamericana, yang di Eropa sekelas Piala UEFA. Tahun lalu ia menggondol gelar Pemain Terbaik Amerika Selatan.

Peluang untuk menang di kandang lawan masih terbuka lebar. Harapan itu dipegang Veron dan ayahnya. Akan tetapi Estudiantes punya jejek rekam yang buruk ketika bertandang ke Brasil di ajang Copa Libertadores. Los Pincharratas, julukan Estudiantes, lima kali kalah di ranah Brasil, termasuk leg kedua di final 1968 dari Palmeiras. Mereka akhirnya juara setelah menang di partai playoff di Montevideo, Uruguay.

Untuk mengikuti jejak ayahnya, Veron muda berjanji: “Saya akan memberikan yang terbaik untuk memenangkan Copa Libertadores. Saya akan tampil habis-habisan karena saya tumbuh dan besar di sini (La Plata).”

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.