Brasil Beri Pelajaran Inggris  

Laga Persahabatan
Dimas Ramadani
15/11/2009 01:58
Nimar merayakan golnya yang mengantar Brasil menang 1-0 atas Inggris dalam laga persahabatan di Doha, Qatar, 14 November 2009. AFP PHOTO/KARIM JAAFAR
Nilmar (© AFP 2009)

Liputan6.com, Doha: Brasil memberi kekalahan buat Inggris dalam partai persahabatan yang digelar di Doha, Qatar, Sabtu (14/11) atau Minggu dini hari WIB. Gol semata wayang Nilmar membawa Brasil menang 1-0.

Kedua tim tampil tanpa diperkuat beberapa pilarnya. Inggris harus berjuang keras untuk bisa mengimbangi Selecao yang bermain lebih superior. Gol penentu kemenangan Brasil datang dua menit selepas jeda melalui sundulan Nilmar yang mengkonversi umpan matang Elano yang melampaui kiper Inggris, Ben Foster.

Kemenangan Brasil seharusnya bertambah di menit ke-56. Sayang penalti yang diperoleh karena dijatuhkannya Nilmar oleh Foster gagal dimanfaatkan Luis Fabiano. Tendangan topskorer Piala Konfederasi di Afrika Selatan musim panas lalu tersebut melayang di atas mistar.

Brasil juga memiliki pelaung berbahaya ketika tendangan cannon-ball Lucio menyasar tiang gawang. Sementara peluang terbaik The Three Lions datang dari voli James Milner. Wayne Rooney yang menjabat ban kapten akibat cederanya John Terry tidak bisa memberi gol buat Inggris. (DIM)

Susunan pemain:
Brasil: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Thiago Silva, Michel Bastos; Felipe Melo, Silva, Elano (Daniel Alves 64), Kaka (Baptista 81); Nilmar (Carlos Eduardo 81), Luis Fabiano (Hulk 68).
Inggris: Foster (kk); Brown, Upson, Lescott, Bridge; Wright-Phillips (Crouch 82), Barry (Huddlestone 82), Jenas, Milner (Young 87); Rooney, Bent (Defoe 54).

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.