Bandrol Akinfeev Kejutkan MU  

CSKA Moskow
ME Gunawan
23/11/2009 08:10
Kiper CSKA Moskow, Igor AKinfeev ketika beraksi di pentas Liga Champions.
Igor Akinfeev (sportski)

Liputan6.com, Moskow: Seusai pertandingan di matchday keempat penyisihan Grup B Liga Champions antara Manchester United versus CSKA Moskow di Old Trafford, 3 November lalu yang berkesudahan dengan hasil imbang 3-3, The Red Devils dikait-kaitkan dengan Igor Akinfeev.

Penjaga gawang utama CSKA dan Timnas Rusia berusia 23 tahun ini dipandang ideal untuk menjadi suksesor Edwin van der Sar di bawah mistar gawang MU. Namun, seusai laga tersebut, manajer The Red Devils, Sir Alex Ferguson membantah spekulasi tersebut (Baca: Ferguson Bicara Soal Akinfeev).

Boleh jadi, penolakan Ferguson dipicu dengan tingginya bandrol yang ditetapkan CSKA terhadap Akinfeev. Menurut News of the World, Ferguson dan MU kaget bukan kepalang ketika mendengar fee transfer Akinfeev mencapai 25 juta pound. Padahal, diyakini harga maksimal yang dipatok Ferguson hanya sebesar 14 juta pound.

Yang menarik, meskipun mendapat sinyal negatif dari Old Trafford, Akinfeev disebut-sebut sangat ingin meninggalkan Luzhniki Stadium menyusul buruknya prestasi CSKA di ajang Liga Premier Rusia musim ini, 2009. Dengan menempati peringkat kelima klasemen sementara, CSKA hampir dipastikan gagal berkiprah di Liga Champions.

Bahkan untuk meraih tiket terakhir ke kualifikasi Europa League, CSKA wajib memetik kemenangan di partai terakhir menjamu Saturn Moskow, 29 November mendatang. Di sisi lain, Akinfeev sedang menimbang merekrut seorang agen untuk menjadi representatifnya menyusul tingginya bandrol yang dipatok CSKA.(MEG)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.