Soal Cassano, Lippi Tutup Pintu  

Timnas Italia
ME Gunawan
26/11/2009 21:05
Gaya striker Sampdoria, Antonio Cassano dalam lanjutan Serie A melawan Inter Milan di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, 26 September 2009. AFP PHOTO / Vincenzo Pinto
Antonio Cassano (© AFP 2009)

Liputan6.com, Roma: Tertutup sudah harapan bagi Antonio Cassano untuk mencicipi kompetisi sepakbola paling bergengsi sekolong jagat, Piala Dunia. Pelatih Timnas Italia, Marcello Lippi menegaskan tidak akan memanggil bomber Sampdoria berusia 27 tahun itu ke dalam skuad Gli Azzurri yang akan menjalani putaran final PD 2010 di Afrika Selatan.

Keputusan atau tepatnya penolakan bagi Cassano ini merupakan langkah kedua yang diambil Lippi. Jelang deadline rilis skuad timnas ke PD 2006, Mei 2006, mantan allenatore Juventus itu pun mencoret nama Peter Pan—julukan Cassano—dari 23 nama pemain yang berhak terbang ke Jerman.

“Saya menyesal dengan Cassano. Sebab, sesungguhnya ia merupakan sosok pemain yang sangat baik. Namun, saya mempunyai ide lain,” tegas Lippi kepada L’Espresso seperti yang dikutip Goal.

Lebih jauh Lippi menjelaskan argumentasi di balik putusannya itu. “Setiap orang menilai saya keras kepala dan arogan. Tapi, alasan di balik penolakan yang saya lakukan masuk akal. Para pendukung (Cassano) dan media massa selalu bersikap seperti partai politik. Setiap orang mempunyai kandidatnya masing-masing untuk mengisi skuad timnas,” terangnya.

Lippi menolak mengungkapkan secara detail alasan pencoretan Cassano yang sebenarnya. “Saya tidak memberikan penjelasan terkait keputusan para pemain yang saya panggil ke dalam timnas. Sebab, jika itu saya ungkap ke muka publik, tentunya akan menimbulkan situasi yang lain (memicu polemik). Saya memiliki gagasan sendiri (terkait alasan itu),” pungkas Lippi.(MEG)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.