Lagi, Madrid Bersih-bersih  

Real Madrid
ME Gunawan
15/11/2009 21:05
Midfielder Real Madrid, Mahamadou Diarra (kiri) dan striker Ruud van Nistelrooy meninggalkan kamp latihan di Madrid, 11 November 2009 sehari setelah Los Blancos tersingkir di ajang Copa del Rey. AFP PHOTO / PIERRE-PHILIPPE MARCOU
Diarra dan Nistelrooy (© AFP 2009)

Liputan6.com, Madrid: Di bursa transfer musim panas lalu, selain membeli sejumlah pemain top, seperti Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Karim Benzema, Real Madrid juga menendang beberapa pemain ternama lainnya, di antaranya Arjen Robben, Wesley Sneijder, dan Klaas-Jan Huntelaar.

Awalnya, Presiden Los Blancos, Florentino Perez akan kembali menjual sejumlah pemain di bursa transfer musim panas mendatang. Namun, melihat masih terseok-seoknya prestasi klub di awal musim dan meringankan beban kas klub terkait biaya gaji pemain, Perez diyakini telah meminta bawahannya, Direktur Umum Klub, Jorge Valdano, dan pelatih tim Manuel Pellegrini untuk menendang para pemain pinggiran yang dinilai tidak dapat memberikan kontribusi secara signifikan terhadap prestasi klub di bursa transfer musim dingin Januari 2010.

Seperti yang dilansir El Mundo Deportivo, Perez bakal menunggu sinyal dari Pellegrini terkait gelandang senior Guti Hernandez. Andaikata keberadaan Guti masih dibutuhkan, Madrid tidak akan mencantumkan nama Guti dalam daftar jual.

Tercatat enam pemain yang bakal ditendang Madrid di bursa Januari, yaitu gelandang asal Mali, Mahamadou Diarra, midfielder Fernando Gago (Argentina), Ruud van Nistelrooy (Belanda), kiper Jerzy Dudek (Polandia), defender Royston Drenthe (Belanda), dan bek asal Jerman, Christoph Metzelder.(MEG)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.