Lain Mourinho, Lain Mazzarri  

Inter Milan
ME Gunawan
16/11/2009 11:30
Gaya pelatih Inter Milan asal Portugal, Jose Mourinho saat timnya bertanding melawan Chievo Verona dalam lanjutan Liga Serie A Italia yang digelar di Bentegodi Stadium, Verona, 10 Mei 2009. AFP PHOTO / EMILIO ANDREOLI
Jose Mourinho (© AFP 2009)

Liputan6.com, Milan: Beda pelatih, beda kebijakan. Di sela-sela kompetisi libur terkait jadwal partai internasional, pelatih Inter Milan, Jose Mourinho memberi waktu libur kepada anak-anak asuhannya selama dua hari. Keputusan itu dikeluarkan Special One seusai timnya melakoni laga persahabatan melawan Vaduz, Sabtu (14/11) sore.

Alhasil, seperti yang dikutip Datasport, sesi latihan Nerazzurri di Appile Gentile baru akan dimulai Selasa (17/11) besok. Sesuai jadwal, dalam lanjutan Serie A di pekan ke-13 akhir pekan ini, Inter akan berkunjung ke Stadio Renato Dall’Ara, kandangnya Bologna.

Kebijakan Mourinho berbeda dengan yang dilakukan koleganya, pelatih Napoli, Walter Mazzarri. Awalnya, Mazzarri juga memberi libur selama dua hari kepada anak-anak asuhannya yang tidak mendapat panggilan memperkuat Timnas U-21 maupun tim senior. Namun, benak Mazzarri berubah dan memutuskan memanggil tujuh pemain Partenopei untuk memulai sesi latihan pada Senin (16/11) pagi sebagai persiapan menghadapi laga besar menjamu Lazio di Stadio San Paolo.

Ketujuh pemain yang diinstruksikan hadir di komplek latihan klub di Castelvolturno adalah duet Argentina, striker German Denis dan bek Hugo Campagnaro, gelandang Uruguay Nicolas Amodio, kiper lokal Matteo Contini, midfielder Michele Pazienza, bek Erminio Rullo, dan bek Kolombia, Juan Camilo Zuniga.(MEG)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.