Juve Siapkan Suksesor Cannavaro  

Juventus
Dimas Ramadani
16/11/2009 23:21
Talenta bek Bari (pinjaman dari Genoa), Andrea Ranocchia, banyak diminati klub-klub besar Eropa.
Andrea Ranocchia (mail)

Liputan6.com, Turin: Usia tidak bisa dibohongi. Fisik Fabio Cannavaro menurun di usia 36 tahun. Karena itu Juventus bersiap melepas Cannavaro memasuki masa purnabhakti yang diperkirakan di akhir musim ini. Juve menyiapkan tugas baru buat Cannavaro, yakni sebagai direktur teknik.

Untuk menambal barisan belakang nantinya, Juve sudah pasang ancang-ancang. Bek belia Bari, Andrea Ranocchia disiapkan sebagai suksesor. Ranocchia, 21 tahun, di Bari menghabiskan masa pinjaman dari Genoa. Ia merupakan salah satu aktor sentral di balik kesuksesan Bari sejauh ini.

Bertugas di jantung pertahanan, gawang Galletti merupakan yang paling sedikit kebobolan dengan hanya tujuh kali. Petinggi Bianconeri beserta Ciro Ferrara, pelatih Juve, menganggap bahwa Rannochia pas untuk diduetkan dengan Giorgio Chiellini atau Nicola Legrottaglie. Masuknya Ranocchia juga pas dengan filosofi Juve yang mengedepankan jumlah pemain asal negeri sendiri dibanding pemain asing.

Tapi menurut La Gazzetta dello Sport, Genoa hendak memanfaatkan bakat besar Ranocchia. Pemain Timnas Italia U-21 ini juga diminati dua klub asal Kota Milan: AC Milan dan Inter Milan. Tidak heran situasi ini membuat bandrol Ranocchia melambung tinggi.

Juve menyadari itu semua dan oleh sebab itu mereka punya opsi alternatif. Jika gagal memboyong Ranocchia, Juve akan berpaling ke centre-back internasional Denmark yang bermain untuk Palermo, Simon Kjaer, walaupun persaingan untuk memperoleh bek berusia 20 tahun ini tidak kalah sengit. Kjaer juga diincar Manchester United, Chelsea dan Liverpool. (DIM)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.