Malesani Duduki Kursi Pelatih Siena  

AC Siena
Dimas Ramadani
24/11/2009 01:04
Alberto Malesani (daylife)

Liputan6.com, Siena: Hanya dalam tempo 24 jam, terjadi dua perubahan pelatih di Serie A Italia. Setelah Palermo memutuskan memecat Walter Zenga yang kemudian digantikan Delio Rossi (Baca: Palermo Tunjuk Delio Rossi), langkah serupa diambil AC Siena.

Selasa (23/11) dini hari WIB, Siena mengabarkan dari laman resminya penunjukkan Alberto Malesani sebagai pelatih baru. Malesani yang pernah menangani Parma, Panathinaikos (Yunani), AC Parma dan Udinese mengambilalih tugas Marco Baroni.

Baroni sendiri mengemban tugas sebagai pelatih temporer menggantikan Marco Giampaolo yang diceraikan di Oktober. Untuk selanjutnya Baroni akan kembali membina anak-anak muda, akademi sepakbola, Robur—julukan Siena. Dari tiga partai yang dilalui Baroni, Siena kalah dua kali tanpa sekalipun meraih kemenangan.

Siena mengumumkan bahwa kesepakatan telah dijalin dengan Malesani yang akan diperkenalkan ke publik Selasa besok. Keputusan ini cukup mengejutkan lantaran Siena sebelumnya diyakini akan melantik kembali Mario Beretta, yang batal karena diduga tidak menemui kesepakatan soal panjangnya masa kontrak. Pun demikian dengan kandidat lain, Luigi "Gigi" Cagni (Baca: Siena Mungkin Ceraikan Baroni).

Kekalahan 0-2 dari Atalanta, Minggu kemarin, membuat jajaran pengurus Siena bergegas mencari pelatih tetap dan keputusan sampai ke Malesani. Pelatih berusia 55 tahun ini terakhir bertugas di Empoli hingga akhir musim 2007-08. Menurut Tuttomercatoweb, Malesani dikontrak hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan yang tergantung dari prestasi Massimo Maccarone dkk.

Target yang diemban sudah bisa diprediksi, yakni menjaga keberadaan Siena di Serie A. tugas yang berat bagi Malesani dimana Siena saat ini tenggelam di dasar klasemen dengan hanya mengoleksi enam poin dari 13 partai yang telah dimainkan. Mereka terpaut enam poin dari zona aman.

Langkah yang diambil Siena menjadi perubahan ketujuh di kursi pelatih klub-klub Serie A di saat musim kompetisi belum memasuki separuh jalan. Sebelumnya ada AS Roma, Atalanta, Napoli, Bologna, Livorno dan Palermo.(DIM)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.