Ballardini Menghitung Hari?  

Lazio
ME Gunawan
08/02/2010 17:50
Ekspresi pelatih Lazio, Davide Ballardini di laga Serie A melawan Inter Milan di San Siro Stadium, Milan, 20 Desember 2009. AFP PHOTO / Damien Meyer
Davide Ballardini (© AFP 2009)

Liputan6.com, Roma: Manis di awal, pahit menjelang akhir. Itulah perumpamaan yang kiranya tepat disematkan pada kiprah Davide Ballardini. Setelah ditunjuk menangani Lazio mengisi posisi yang ditinggalkan Delio Rossi, pada 15 Juni 2009 lalu, Ballardini mampu membuat kesan pertama yang “menggoda”.

Kesan dimaksud yang diyakini memuaskan hati para petinggi klub adalah keberhasilan Ballardini mengantarkan gelar Supercoppa Italia, menyusul kemenangan 2-1 yang diraih Biancocelesti dari Inter Milan di Stadion Nasional, Beijing, China, 8 Agustus 2009. Rapor kinclong Lazio berlanjut dalam dua pekan pertama kompetisi Serie A musim ini.

Sayang, sejak kekalahan kali pertama saat menjamu Juventus di Olimpico, Roma, 12 September 2009, grafik penampilan Tommaso Rocchi dkk mulai menurun dan terus menurun. Puncaknya, kekalahan 0-1 dari Catania, Minggu (7/2) kemarin membuat posisi Lazio terseret ke dalam zona merah alias degradasi. Kekalahan itu merupakan kali kesembilan yang diderita anak-anak asuhan Ballardini di sepanjang musim ini.

Saking kecewanya dengan hasil laga tersebut, Presiden Lazio, Claudio Lotito disebut-sebut enggan bertemu muka dengan Ballardini. Kabar yang berhembus di Ibukota Italia, Lotito siap mengetukkan palu godam pertanda pemecatan bagi pelatih berusia 46 tahun itu yang baru berhasil mengantarkan empat kali kemenangan dari 23 pertandingan. Kontrak Ballardini sendiri baru akan kedaluwarsa di akhir musim depan.

Mantan bos Torino, Giancarlo Camolese yang notabene mantan gelandang Lazio selama dua musim, 1986-1988, digadang-gadang sebagai kandidat kuat yang dipilih Lotito menggantikan Ballardini. Bakal calon lainnya adalah Luigi Cagni yang kini menangani Parma; mantan pelatih Bologna, Daniele Arrigoni, dan Edoardo “Edy” Reja yang namanya 'naik daun' saat menangani Napoli pada periode 2005-2009 dan kini menjadi pelatih Hajduk Split. Bisik-bisik, sebelum Natal lalu, Lazio diklaim telah mendekati Edy Reja. (MEG/Corriere dello Sport).

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tidak Mudah dan Sulit
Patrice Evra

Tidak Mudah dan Sulit  

Terlempar dari tim unggulan, hasil undian PD 2010 pantas disyukuri Prancis yang terhindar dari pertemuan dengan tim-tim raksasa. Tapi, Patrice Evra mewanti-wanti Les Bleus tidak akan mudah lolos dari penyisihan grup.