Lazio Kampiun Coppa Italia
Final Coppa Italia14/05/2009 04:27 | Lazio, Sampdoria, Coppa Italia
Lazio berhasil menjuarai Coppa Italia setelah di partai final menundukkan Sampdoria 6-5 melalui babak adu tendangan penalti. Babak tos-tosan terpaksa dilakukan setelah kedua kesebelasan bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Gol Lazio di waktu normal dibukukan Mauro Zarate dan Giampaolo Pazzini untuk Sampdoria.
Trofi tersebut bukan hanya sekadar gelar buat Biancocelesti, tapi juga kesempatan berlaga di Liga Eropa musim depan. Jelang pertandingan Lazio bisa bernafas lega dengan fitnya Goran Pandev dari kondisi cedera yang berhak atas gelar capocannonieri dengan lima golnya. Kemenangan tersebut membuat Lazio kini telah lima kali menjuarai Coppa Italia.
Gebrakan Lazio di awal babak pertama membuahkan gol spektakuler. Pertandingan berjalan empat menit Zarate yang dibayangi dua pemain lawan masih bisa melepaskan tembakan ke tiang jauh. Bola meluncur tanpa bisa dijangkau kiper Il Samp, Luca Castellazzi. 1-0 untuk Lazio.
Castellazzi dua kali beruntun menyelamatkan gawangnya, sebelum Pazzini menyamakan kedudukan di menit ke-31. Diawali umpan tarik Antonio Cassano, sundulan Marius Stankevicius diteruskan Pazzini dengan kepalanya. Sundulan yang memperdayai Nando Muslera. Skor berubah imbang 1-1.
Menjelang berakhirnya abbak pertama Cassano melepaskan tendangan bebas. Keras tapi tepat ke arah Muslera sehingga bisa ditepis oleh kiper muda asal Uruguay tersebut. Di babak kedua permainan tetap berlangsung menarik. Peluang diciptakan kedua tim. Sampdoria di antaranya memiliki kesempatan memimpin melalui Cassano. Pun demikian Stevan Lichtsteiner di pihak Lazio.
Di babak perpanjangan waktu kedua kesebelasan bermain hati-hati. Selama 2 x 15 menit tidak ada satu pun gol tercipta sehingga partai final harus dilanjutkan dengan adu tendangan penalti, pertama dalam kurun waktu 28 tahun. Di babak penuh drama ini Muslera menjadi bintang. Kiper berusia 22 tahun itu menyelamatkan eksekusi dari Cassano dan Pietro Accardi. Sedangkan kegagalan Lazio adalah eksekusi Tommaso Rocchi yang menerpa tiang gawang.
Susunan pemain:
Lazio: Muslera; Lichtsteiner, Siviglia (kk), Rozehnal, Kolarov; Brocchi (De Silvestri 103), Dabo, Ledesma, Foggia (kk) (Del Nero 80); Zarate, Pandev (Rocchi 73).
Sampdoria: Castellazzi; Campagnaro (kk), Lucchini (kk) (Gastaldello 96 (kk)), Accardi (kk); Stankevicius, Sammarco (Dessena 90), Palombo (kk), Franceschini (Delvecchio 87 (kk)), Pieri; Pazzini, Cassano.
Wasit: Roberto Rosetti.
Adu penalti:
Lazio: Ledesma (gol), Rocchi (gagal), Rozehnal (gol), Kolarov (gol), Zarate (gol), Lichtsteiner (gol), Dabo (gol).
Sampdoria: Cassano (gagal), Palombo (gol), Pazzini (gol), Gastaldello (gol), Accardi (gol), Delvecchio (gol), Campagnaro (gagal).
Trofi tersebut bukan hanya sekadar gelar buat Biancocelesti, tapi juga kesempatan berlaga di Liga Eropa musim depan. Jelang pertandingan Lazio bisa bernafas lega dengan fitnya Goran Pandev dari kondisi cedera yang berhak atas gelar capocannonieri dengan lima golnya. Kemenangan tersebut membuat Lazio kini telah lima kali menjuarai Coppa Italia.
Gebrakan Lazio di awal babak pertama membuahkan gol spektakuler. Pertandingan berjalan empat menit Zarate yang dibayangi dua pemain lawan masih bisa melepaskan tembakan ke tiang jauh. Bola meluncur tanpa bisa dijangkau kiper Il Samp, Luca Castellazzi. 1-0 untuk Lazio.
Castellazzi dua kali beruntun menyelamatkan gawangnya, sebelum Pazzini menyamakan kedudukan di menit ke-31. Diawali umpan tarik Antonio Cassano, sundulan Marius Stankevicius diteruskan Pazzini dengan kepalanya. Sundulan yang memperdayai Nando Muslera. Skor berubah imbang 1-1.
Menjelang berakhirnya abbak pertama Cassano melepaskan tendangan bebas. Keras tapi tepat ke arah Muslera sehingga bisa ditepis oleh kiper muda asal Uruguay tersebut. Di babak kedua permainan tetap berlangsung menarik. Peluang diciptakan kedua tim. Sampdoria di antaranya memiliki kesempatan memimpin melalui Cassano. Pun demikian Stevan Lichtsteiner di pihak Lazio.
Di babak perpanjangan waktu kedua kesebelasan bermain hati-hati. Selama 2 x 15 menit tidak ada satu pun gol tercipta sehingga partai final harus dilanjutkan dengan adu tendangan penalti, pertama dalam kurun waktu 28 tahun. Di babak penuh drama ini Muslera menjadi bintang. Kiper berusia 22 tahun itu menyelamatkan eksekusi dari Cassano dan Pietro Accardi. Sedangkan kegagalan Lazio adalah eksekusi Tommaso Rocchi yang menerpa tiang gawang.
Susunan pemain:
Lazio: Muslera; Lichtsteiner, Siviglia (kk), Rozehnal, Kolarov; Brocchi (De Silvestri 103), Dabo, Ledesma, Foggia (kk) (Del Nero 80); Zarate, Pandev (Rocchi 73).
Sampdoria: Castellazzi; Campagnaro (kk), Lucchini (kk) (Gastaldello 96 (kk)), Accardi (kk); Stankevicius, Sammarco (Dessena 90), Palombo (kk), Franceschini (Delvecchio 87 (kk)), Pieri; Pazzini, Cassano.
Wasit: Roberto Rosetti.
Adu penalti:
Lazio: Ledesma (gol), Rocchi (gagal), Rozehnal (gol), Kolarov (gol), Zarate (gol), Lichtsteiner (gol), Dabo (gol).
Sampdoria: Cassano (gagal), Palombo (gol), Pazzini (gol), Gastaldello (gol), Accardi (gol), Delvecchio (gol), Campagnaro (gagal).
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
Wayne Rooney
Mencoba Mengukir Sejarah
Tahun 2011 menjadi tahun gemilang bagi Wayne Rooney. Duetnya dengan Javier Hernandez menjadi salah satu kunci keberhasilan Manchester United meraih rekor 19 kali juara Liga Premier Inggris.
Polling Bola

