Bruce Hampir Pasti Tangani Sunderland
Sunderland ME Gunawan29/05/2009 10:25 | Sunderland
Wigan Athletic manager Steve Bruce takes his seat before the Premier league football match against Blackburn Rovers at Ewood Park, Blackburn, north-west, England, on April 26, 2009. AFP PHOTO/ANDREW YATES.
Steve Bruce (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Sunderland: Dalam 48 jam ke muka, Steve Bruce ditengarai bakal didaulat menjadi manajer Sunderland yang baru menggantikan Ricky Sbragia. Indikasinya, pada Kamis (28/5), Chairman Wigan Athletic, Dave Whelan memberikan izin resmi kepada Bruce untuk bernegosiasi dengan The Black Cats.
Hal ini pun menyiratkan kedua klub telah mencapai kata sepakat terkait besaran kompensasi yang harus dibayarkan Sunderland guna memboyong Bruce ke Stadium of Light. Meski belum diketahui dengan pasti besaran ganti rugi tersebut, dalam proses negosiasi yang berlangsung pada Rabu (27/5), Chairman Sunderland, Niall Quinn, dan owner klub, Ellis Short, menolak keras tuntutan lima juta pound yang diajukan Whelan.
Meskipun kinerjanya terbilang cukup sukses, Bruce diyakini sangat kecewa dengan kebijakan Whelan yang “membiarkan” para pemain kunci The Latics hengkang dari JJB Stadium. Karenanya, Bruce, fans berat Newcastle United yang mendapat gaji 45 ribu pound (sekitar Rp 742 juta) per pekannya berminat mengisi posisi yang lowong di Sunderland. Di lain pihak, Whelan mengincar manajer Swansea City, Roberto Martinez sebagai suksesor Bruce.
Selain Bruce, dua nama pelatih beken, Slaven Bilic (pelatih Timnas Kroasia) dan Frank Rijkaard, mantan pelatih Barcelona, disebut-sebut juga menjadi target buruan The Black Cats. “Persaingan mengisi kursi yang lowong (manajer) tidak hanya satu orang saja. Meski demikian, sangatlah mengejutkan jika Bruce gagal diangkat sebagai suksesor Sbragia,” kata juru bicara Sunderland seperti yang dilansir The Telegraph.
Sementara itu, Short, pengusaha AS, menginginkan buruknya kinerja Sunderland tidak terulang lagi di kompetisi premiership musim depan. “Di musim panas ini kami akan membentuk tim yang kiranya dapat menempati peringkat 10 besar di akhir kompetisi musim depan. Saya tidak ingin kembali melihat tim ini berjuang keras menghindari jerat degradasi,” tandas Short.
Hal ini pun menyiratkan kedua klub telah mencapai kata sepakat terkait besaran kompensasi yang harus dibayarkan Sunderland guna memboyong Bruce ke Stadium of Light. Meski belum diketahui dengan pasti besaran ganti rugi tersebut, dalam proses negosiasi yang berlangsung pada Rabu (27/5), Chairman Sunderland, Niall Quinn, dan owner klub, Ellis Short, menolak keras tuntutan lima juta pound yang diajukan Whelan.
Meskipun kinerjanya terbilang cukup sukses, Bruce diyakini sangat kecewa dengan kebijakan Whelan yang “membiarkan” para pemain kunci The Latics hengkang dari JJB Stadium. Karenanya, Bruce, fans berat Newcastle United yang mendapat gaji 45 ribu pound (sekitar Rp 742 juta) per pekannya berminat mengisi posisi yang lowong di Sunderland. Di lain pihak, Whelan mengincar manajer Swansea City, Roberto Martinez sebagai suksesor Bruce.
Selain Bruce, dua nama pelatih beken, Slaven Bilic (pelatih Timnas Kroasia) dan Frank Rijkaard, mantan pelatih Barcelona, disebut-sebut juga menjadi target buruan The Black Cats. “Persaingan mengisi kursi yang lowong (manajer) tidak hanya satu orang saja. Meski demikian, sangatlah mengejutkan jika Bruce gagal diangkat sebagai suksesor Sbragia,” kata juru bicara Sunderland seperti yang dilansir The Telegraph.
Sementara itu, Short, pengusaha AS, menginginkan buruknya kinerja Sunderland tidak terulang lagi di kompetisi premiership musim depan. “Di musim panas ini kami akan membentuk tim yang kiranya dapat menempati peringkat 10 besar di akhir kompetisi musim depan. Saya tidak ingin kembali melihat tim ini berjuang keras menghindari jerat degradasi,” tandas Short.
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
