Membuat Brasil Kedodoran
Mohamed Zidan ME Gunawan16/06/2009 17:04 | Mohamed Zidan
Selebrasi striker Mesir, Mohamed Zidan setelah mencetak gol pertamanya ke gawang Brasil di penyisihan Grup B Piala Konfederasi yang digelar di Free State Stadium, Bloemfontein, 15 Juni 2009. AFP PHOTO / ROBERTO SCHMIDT
Mohamed Zidan (© AFP 2009)
Liputan6.com, Bloemfontein: Partai perdana babak penyisihan Grup B Piala Konfederasi 2009 antara Brasil versus Mesir yang berlangsung di Free State Stadium, Bloemfontein, Senin (15/6) baru berjalan lima menit ketika bintang Tim Samba yang baru saja bergabung dengan Real Madrid, Kaka, berhasil menjebol gawang Essam El Hadary. Sekitar 28 ribu penonton awalnya memprediksi Mesir bakal jadi bulan-bulanan Brasil.
Namun, empat menit kemudian, publik kaget ketika dalam satu serangan balik yang cepat, striker The Pharaohs, Mohamed Zidan mampu menyamakan kedudukan lewat sundulannya yang tak mampu ditepis Julio Cesar. Moral skuad asuhan Hassan Shehata itu kian meninggi. Meski tertinggal 1-3 di paruh 45 menit pertama, dalam rentang dua menit di awal babak kedua, Mesir mampu menyamakan kedudukan lewat sepakan keras Mohamed Shawky dan Zidan. Brasil pun kalang kabut. Beruntung Carlos Dunga memiliki Kaka. Eksekusinya dari titik putih di pengujung laga membuat Brasil meraih tiga poin maksimal.
Meskipun harus menuai kekalahan, performa Mesir di laga tersebut mendapat pujian setinggi langit dari media massa. Pun begitu pula dengan kinerja Zidan. Bahkan, striker Borussia Dortmund berusia 27 tahun ini didaulat sebagai man of the match oleh FIFA Technical Study Group (TSG).
“Meskipun pada akhirnya Mesir menderita kekalahan, performa Zidane pantas diberi kredit sangat tinggi,” puji Gerard Houlier, salah satu anggota TSG seperti yang dikutip di situs resmi FIFA. “Aksinya saat menentukan (berdampak besar) di laga tersebut, mencetak dua gol yang menyamakan kedudukan. Pertama, ketika mengubah skor menjadi 1-1 dan kemudian menjadi 3-3. Pergerakannya di lapangan membuat lini pertahanan Brasil kewalahan,” imbuh mantan manajer Liverpool tersebut.
Namun, empat menit kemudian, publik kaget ketika dalam satu serangan balik yang cepat, striker The Pharaohs, Mohamed Zidan mampu menyamakan kedudukan lewat sundulannya yang tak mampu ditepis Julio Cesar. Moral skuad asuhan Hassan Shehata itu kian meninggi. Meski tertinggal 1-3 di paruh 45 menit pertama, dalam rentang dua menit di awal babak kedua, Mesir mampu menyamakan kedudukan lewat sepakan keras Mohamed Shawky dan Zidan. Brasil pun kalang kabut. Beruntung Carlos Dunga memiliki Kaka. Eksekusinya dari titik putih di pengujung laga membuat Brasil meraih tiga poin maksimal.
Meskipun harus menuai kekalahan, performa Mesir di laga tersebut mendapat pujian setinggi langit dari media massa. Pun begitu pula dengan kinerja Zidan. Bahkan, striker Borussia Dortmund berusia 27 tahun ini didaulat sebagai man of the match oleh FIFA Technical Study Group (TSG).
“Meskipun pada akhirnya Mesir menderita kekalahan, performa Zidane pantas diberi kredit sangat tinggi,” puji Gerard Houlier, salah satu anggota TSG seperti yang dikutip di situs resmi FIFA. “Aksinya saat menentukan (berdampak besar) di laga tersebut, mencetak dua gol yang menyamakan kedudukan. Pertama, ketika mengubah skor menjadi 1-1 dan kemudian menjadi 3-3. Pergerakannya di lapangan membuat lini pertahanan Brasil kewalahan,” imbuh mantan manajer Liverpool tersebut.
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini.
Posting komentar Andagunxxx | ahmad.gxxx@gmxxx.com| 2009-07-25 10:09:29
mizarahxxx | mizarahxxx@yaxxx.com| 2009-06-25 15:49:14
mizarahxxx | mizarahxxx@yaxxx.com| 2009-06-25 15:46:15
berkxxx | Multy_Cxxx@yaxxx.Com| 2009-06-21 20:19:38
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
