Tak Putus Asa Kembali ke Selecao
Grafite ME Gunawan23/06/2009 12:50 | Piala Dunia 2010
Wolfsburg's Brazilian striker Grafite celebrates after scoring the 2-0 during Bundesliga football match VfL Wolfsburg vs Borussia Dortmund in Wolfsburg on May 12, 2009. AFP PHOTO DDP / RONNY HARTMANN
Grafite (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Wolfsburg: Sejak bermain di level amatir di kota kelahirannya, Campo Limpo Paulista, Sao Paulo, Edinaldo Batista Libanio, atau yang dikenal dengan Grafite, merupakan sosok yang tak pernah berhenti meraih cita-cita setinggi langit. Bersama Goias EC pada 2003, Grafite tampil di Campeonato Brasileiro Serie A, kompetisi divisi utama Brasil.
Aksi gemilangnya, menerima Brazillian Silver Award, membuat kepincut klub raksasa, Sao Paulo FC. Keputusan Grafite menerima lamaran Tricolor Paulista—julukan Sao Paulo FC—berbuah hasil yang manis: mendapat panggilan kali pertama dari Timnas Brasil. Grafite memulai debutnya bersama Selecao saat laga persahabatan melawan Guatemala di Pacaembu Stadium, 27 April 2005. Grafite yang masuk menggantikan Romario, mencetak gol terakhir bagi Brasil yang akhirnya menang 3-0 (2-0).
Sayang, cedera lutut yang sangat parah—membuatnya harus naik meja operasi—membuat Grafite harus menepi dari lapangan. Otomatis, peluangnya untuk kembali dipanggil timnas ke putaran final Piala Dunia (PD) 2006 tertutup. Setelah proses recovery kelar, Grafite terbang ke Prancis dan bergabung dengan Le Mans. Satu setengah musim kemudian, Grafite diboyong VfL Wolfsburg dengan fee 5,4 juta pound.
Di musim lalu, duet Grafite dan Edin Dzeko menoreh rekor baru sebagai duet penggedor paling produktif sepanjang sejarah Bundesliga. Kontribusi 51 gol yang disumbangkan Grafite dan Dzeko menjadi kunci keberhasilan The Wolves saat merebut trofi liga untuk kali pertama sepanjang sejarah klub.
Berikut wawancara Grafite dengan FIFA.com terkait kesuksesannya bersama Wolfsbrug dan determinasinya yang tak kunjung padam untuk memperkuat Timnas Brasil di ajang putaran final PD 2010 di Afrika Selatan.
Faktor apa yang membantu Anda dapat beradaptasi dengan baik dan cepat bersama Wolfsburg?
Semuanya. Lebih dari yang saya bayangkan sebelumnya. Segalanya berjalan begitu lancar. Memang, target Wolfsburg adalah meraih posisi puncak, namun tidak ada yang mengira kesuksesan ini (meraih gelar Bundesliga) datang begitu cepat. Saya pikir, faktor pengalaman juga sangat membantu.
Kapten Wolfsburg, Josue adalah pemain asal Brasil. Dua pemain Werder Bremen di musim lalu juga pemain Brasil, Diego dan Naldo. Pun demikian halnya dengan Bayern Muenchen yang mempunyai Ze Roberto dan Lucio. Benarkah saat ini waktu yang baik bagi pesepakbola asal Brasil untuk berkiprah di Jerman?
Pemain Brasil mendapat tempat yang tinggi di mata klub-klub Jerman. Hal ini tak terlepas dari kesuksesan yang diraih Elber, Lucio dan Ze Roberto. Mereka mampu memberi contoh yang baik bahwasanya pemain Brasil tidak hanya piawai di dalam lapangan, tapi dapat bersikap baik di luar lapangan.
Musim ini Anda sukses bersama Wolfsburg. Setarakah dengan musim 2005 ketika Anda tampil gemilang bersama Sao Paulo?
Sulit untuk menyatakan mana yang lebih baik. 2005 merupakan tahun yang sangat spesial bagi saya. Sebab, saat itulah saya berhasil menembus timnas. Mungkin, musim ini terasa berbeda karean saya begitu terlibat dalam keberhasilan klub meraih titel Bundesliga.
Anda setuju jika dikatakan faktor cederalah yang menghalangi Anda untuk tetap bergabung bersama Selecao?
Ya, saya kira begitu. Ketika itu, saya sedang bersaing meraih satu tempat dalam skuad yang sedang dipersiapkan tampil di PD 2006. Tapi, inilah sepakbola yang penuh risiko dengan cedera.
Anda masih berharap dapat kembali memperkuat timnas?
Tadinya begitu sampai Dunga merilis skuad di Piala Konfederasi. Saya akui tadinya saya berharap dipanggil. Karena itu, saya sangat sedih melihat nama saya tidak tercantum dalam daftar. Tapi, Anda tidak dapat mengkritik keputusan yang ia (Dunga) buat: empat penyerang yang terpilih merupakan pemain yang luar biasa.
Brasil tidak mempunyai striker dengan kekuatan fisik seperti yang Anda miliki. Itukah peluang bagi Anda?
Saya rasa iya. Dalam skuad saat ini, hanya ada satu penyerang yang lebih mengandalkan kekuatan, yaitu Luis Fabiano. Tapi, apapun, saya harus menunaikan tugas saya dengan baik dan menyerahkan keputusan kepada Dunga.
Duet Anda dengan Edin Dzeko adalah yang terbaik?
Saya pernah berpartner dengan sejumlah striker, seperti Fabiano, Amoroso, dan Tulio Maravilha. Saya pikir, torehan gol yang berbicara: kami menjadi duo tertajam sepanjang sejarah Bundesliga. Bahkan, kami pun mampu melebihi catatan Uli Hoeness dan Gerd Muller.
Meraih gelar Eropa adalah puncak karir Anda? Ataukah Anda masih mempunyai hasrat lain yang masih terpendam?
Saya pikir meraih kesuksesan di level Eropa adalah luar biasa. Namun, saya tetap bertekad meraih sesuatu dengan timnas. Saya tetap memburu kesempatan itu (kembali bergabung dengan timnas).
Jadi, bagaimana dengan PD 2010?
Jika, pada akhirnya saya tidak termasuk dalam skuad, maka saya tetap akan pergi ke Afrika Selatan untuk mengisi waktu liburan. Tidak ada yang lebih baik dibanding PD.
Aksi gemilangnya, menerima Brazillian Silver Award, membuat kepincut klub raksasa, Sao Paulo FC. Keputusan Grafite menerima lamaran Tricolor Paulista—julukan Sao Paulo FC—berbuah hasil yang manis: mendapat panggilan kali pertama dari Timnas Brasil. Grafite memulai debutnya bersama Selecao saat laga persahabatan melawan Guatemala di Pacaembu Stadium, 27 April 2005. Grafite yang masuk menggantikan Romario, mencetak gol terakhir bagi Brasil yang akhirnya menang 3-0 (2-0).
Sayang, cedera lutut yang sangat parah—membuatnya harus naik meja operasi—membuat Grafite harus menepi dari lapangan. Otomatis, peluangnya untuk kembali dipanggil timnas ke putaran final Piala Dunia (PD) 2006 tertutup. Setelah proses recovery kelar, Grafite terbang ke Prancis dan bergabung dengan Le Mans. Satu setengah musim kemudian, Grafite diboyong VfL Wolfsburg dengan fee 5,4 juta pound.
Di musim lalu, duet Grafite dan Edin Dzeko menoreh rekor baru sebagai duet penggedor paling produktif sepanjang sejarah Bundesliga. Kontribusi 51 gol yang disumbangkan Grafite dan Dzeko menjadi kunci keberhasilan The Wolves saat merebut trofi liga untuk kali pertama sepanjang sejarah klub.
Berikut wawancara Grafite dengan FIFA.com terkait kesuksesannya bersama Wolfsbrug dan determinasinya yang tak kunjung padam untuk memperkuat Timnas Brasil di ajang putaran final PD 2010 di Afrika Selatan.
Faktor apa yang membantu Anda dapat beradaptasi dengan baik dan cepat bersama Wolfsburg?
Semuanya. Lebih dari yang saya bayangkan sebelumnya. Segalanya berjalan begitu lancar. Memang, target Wolfsburg adalah meraih posisi puncak, namun tidak ada yang mengira kesuksesan ini (meraih gelar Bundesliga) datang begitu cepat. Saya pikir, faktor pengalaman juga sangat membantu.
Kapten Wolfsburg, Josue adalah pemain asal Brasil. Dua pemain Werder Bremen di musim lalu juga pemain Brasil, Diego dan Naldo. Pun demikian halnya dengan Bayern Muenchen yang mempunyai Ze Roberto dan Lucio. Benarkah saat ini waktu yang baik bagi pesepakbola asal Brasil untuk berkiprah di Jerman?
Pemain Brasil mendapat tempat yang tinggi di mata klub-klub Jerman. Hal ini tak terlepas dari kesuksesan yang diraih Elber, Lucio dan Ze Roberto. Mereka mampu memberi contoh yang baik bahwasanya pemain Brasil tidak hanya piawai di dalam lapangan, tapi dapat bersikap baik di luar lapangan.
Musim ini Anda sukses bersama Wolfsburg. Setarakah dengan musim 2005 ketika Anda tampil gemilang bersama Sao Paulo?
Sulit untuk menyatakan mana yang lebih baik. 2005 merupakan tahun yang sangat spesial bagi saya. Sebab, saat itulah saya berhasil menembus timnas. Mungkin, musim ini terasa berbeda karean saya begitu terlibat dalam keberhasilan klub meraih titel Bundesliga.
Anda setuju jika dikatakan faktor cederalah yang menghalangi Anda untuk tetap bergabung bersama Selecao?
Ya, saya kira begitu. Ketika itu, saya sedang bersaing meraih satu tempat dalam skuad yang sedang dipersiapkan tampil di PD 2006. Tapi, inilah sepakbola yang penuh risiko dengan cedera.
Anda masih berharap dapat kembali memperkuat timnas?
Tadinya begitu sampai Dunga merilis skuad di Piala Konfederasi. Saya akui tadinya saya berharap dipanggil. Karena itu, saya sangat sedih melihat nama saya tidak tercantum dalam daftar. Tapi, Anda tidak dapat mengkritik keputusan yang ia (Dunga) buat: empat penyerang yang terpilih merupakan pemain yang luar biasa.
Brasil tidak mempunyai striker dengan kekuatan fisik seperti yang Anda miliki. Itukah peluang bagi Anda?
Saya rasa iya. Dalam skuad saat ini, hanya ada satu penyerang yang lebih mengandalkan kekuatan, yaitu Luis Fabiano. Tapi, apapun, saya harus menunaikan tugas saya dengan baik dan menyerahkan keputusan kepada Dunga.
Duet Anda dengan Edin Dzeko adalah yang terbaik?
Saya pernah berpartner dengan sejumlah striker, seperti Fabiano, Amoroso, dan Tulio Maravilha. Saya pikir, torehan gol yang berbicara: kami menjadi duo tertajam sepanjang sejarah Bundesliga. Bahkan, kami pun mampu melebihi catatan Uli Hoeness dan Gerd Muller.
Meraih gelar Eropa adalah puncak karir Anda? Ataukah Anda masih mempunyai hasrat lain yang masih terpendam?
Saya pikir meraih kesuksesan di level Eropa adalah luar biasa. Namun, saya tetap bertekad meraih sesuatu dengan timnas. Saya tetap memburu kesempatan itu (kembali bergabung dengan timnas).
Jadi, bagaimana dengan PD 2010?
Jika, pada akhirnya saya tidak termasuk dalam skuad, maka saya tetap akan pergi ke Afrika Selatan untuk mengisi waktu liburan. Tidak ada yang lebih baik dibanding PD.
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
