Kaka Terbaik, Fabiano Tersubur
Piala Konfederasi Dimas Ramadani29/06/2009 04:42 | Piala Konfederasi
Gelandang Brasil, Kaka berpose dengan "bola emas", bersama dengan striker Brasil, Luis Fabiano yang berhak atas gelar "sepatu emas" setelah final Piala Konfederasi antara AS vs Brasil pada 28 Juni 2009 di Ellis Park, Johannesburg. AFP
Liputan6.com, Johannesburg: Keberhasilan Brasil menjuarai Piala Konfederasi tidak terlepas dari Kaka. Pemain yang baru saja dibeli Real Madrid seharga 56 juta pound atau 67,2 juta euro itu menjadi jenderal permainan Selecao, selain dua gol yang dikemasnya selama turnamen pemanasan Piala Dunia di Afrika Selatan.
Salah satu golnya, dari titik penalti, memastikan Brasil mengalahkan Mesir 4-3 dalam pertandingan penyisihan di Grup B. Ia mampu mengorganisir serangan Tim Samba dan mengatur ritme permainan dengan eloknya. Atas penampilan ciamiknya panitia penyelenggara menobatkan Kaka sebagai pemain terbaik.
Luis Fabiano menjadikan Piala Konfederasi jadi ajang unjuk kegarangan dalam mengoyak gawang lawan. Dua gol dijaringkan penyerang yang bermain di klub Sevilla tersebut saat Brasil mengubur mimpi Amerika Serikat di partai final lewat kemenangan 3-2. Sepasang gol tersebut membuat koleksinya jadi lima buah atau unggul dua dari duet penyerang Spanyol: Fernando Torres dan David Villa, serta gelandang enerjik AS, Clint Dempsey.
Jika Kaka merebut Bola Emas, selain Sepatu Emas, Fabiano juga berhak atas Bola Perak. Sedangkan Dempsey menggondol Bola Perunggu. The Sam’s Army, julukan AS, boleh pulang dengan kepala tertunduk, namun penampilan brilian Tim Howard menjaga gawangnya tetap mendapat apresiasi. Kiper berusia 30 tahun ini ditetapkan sebagai penjaga gawang terbaik dan berhak atas trofi Sarung Tangan Emas. Kesuksesan Brasil semakin lengkap saja dengan trofi FIFA Fair Play.
Salah satu golnya, dari titik penalti, memastikan Brasil mengalahkan Mesir 4-3 dalam pertandingan penyisihan di Grup B. Ia mampu mengorganisir serangan Tim Samba dan mengatur ritme permainan dengan eloknya. Atas penampilan ciamiknya panitia penyelenggara menobatkan Kaka sebagai pemain terbaik.
Luis Fabiano menjadikan Piala Konfederasi jadi ajang unjuk kegarangan dalam mengoyak gawang lawan. Dua gol dijaringkan penyerang yang bermain di klub Sevilla tersebut saat Brasil mengubur mimpi Amerika Serikat di partai final lewat kemenangan 3-2. Sepasang gol tersebut membuat koleksinya jadi lima buah atau unggul dua dari duet penyerang Spanyol: Fernando Torres dan David Villa, serta gelandang enerjik AS, Clint Dempsey.
Jika Kaka merebut Bola Emas, selain Sepatu Emas, Fabiano juga berhak atas Bola Perak. Sedangkan Dempsey menggondol Bola Perunggu. The Sam’s Army, julukan AS, boleh pulang dengan kepala tertunduk, namun penampilan brilian Tim Howard menjaga gawangnya tetap mendapat apresiasi. Kiper berusia 30 tahun ini ditetapkan sebagai penjaga gawang terbaik dan berhak atas trofi Sarung Tangan Emas. Kesuksesan Brasil semakin lengkap saja dengan trofi FIFA Fair Play.
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini.
Posting komentar Andajosep tambuxxx | joseptambuxxx@gmxxx.com| 2009-06-29 08:27:51
Iraxxx | joenexxx@yaxxx.co| 2009-06-29 06:49:53
Wawancara
Wayne Rooney
Mencoba Mengukir Sejarah
Tahun 2011 menjadi tahun gemilang bagi Wayne Rooney. Duetnya dengan Javier Hernandez menjadi salah satu kunci keberhasilan Manchester United meraih rekor 19 kali juara Liga Premier Inggris.
Polling Bola

