Dunga Puas akan Skuadnya

Piala Konfederasi
Dimas Ramadani
29/06/2009 05:56 | Piala Konfederasi
Dunga Puas akan Skuadnya
Pelatih Brasil, Dunga menyaksikan timnya berlatih di Ellis Park Stadium, Johannesburg, 24 Juni 2009. Brasil akan menghadapi Afsel pada 25 Juni dalam semifinal Piala Konfederatsi. AFP PHOTO/VINCENZO PINTO

Liputan6.com, Johannesburg: Pelatih Timnas Brasil, Dunga memberi apresiasi setinggi-tingginya buat para punggawa skuad besutannya. Ia percaya etos kerja dari Lucio dkk merupakan alasan mengapa mereka mampu membalikkan keadaan dari tertinggal dua gol di babak pertama untuk menyudahi perlawanan Amerika Serikat (AS) 3-2 (0-2) di final Piala Konfederasi, Senin (29/8) dini hari WIB.

“Pertama-tama, kami memiliki skuad penuh determinasi. Para pemain memaksimalkan kualitas yang dimiliki,” puji Dunga sebagaimana dikutip AP. “Mereka pemain hebat. 29 hari mereka tidak bertemu keluarga. Hari ini pertandingan begitu berat karena kami seyogyanya bisa tampil lebih baik. Tapi skuad ini punya kepercayaan diri yang tinggi.”

Dunga yang menjadi anggota skuad Brasil ketika menjuarai Piala Dunia (PD) 1994 punya alasan mengapa skuad asuhannya tampil buruk di awal. Ia menunjuk tekanan sebagai tim yang lebih diunggulkan dan juga faktor kelelahan pemain setelah menjalani musim panjang bersama klubnya masing-masing.

“Selayaknya partai final, pada umumnya, partai yang sulit,” imbuhnya. “Meraih kemenangan setelah tertinggal 0-2 menunjukkan bahwa para pemain ini bisa diandalkan.” Brasil saat ini punya langkah mulus untuk tampil di perang sesungguhnya, PD 2010, dengan memimpin kualifikasi PD Zona Amerika Selatan.

Strategi dan pergantian yang dilakukan Dunga di Stadion Ellis Park juga terbukti mujarab. Dua gol dari Luis Fabiano dan satu gol lainnya dari Lucio mengantar Selecao menjuarai Piala Konfederasi untuk ketiga kalinya.

“Kami mengubah skema positioning. Kami lebih menekan dan mampu mencetak gol cepat—di awal babak kedua—dan kemudian cepat pula mengambil keputusan pergantian pemain,” katanya lagi. Dunga memasukkan Elano dan Daniel Alves untuk menggantikan Ramires dan Andre Santos. Terbukti pergantian ganda ini mampu mendongkrak kualitas dan menyuntikkan darah segar buat skuad Brasil.

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
zuxxx | zuhri.mrcxxx@yaxxx.com| 2009-06-29 08:32:10
ramirez yang bermain buruk dalam dua laga terakhir brasil kenapa masih dimainkan? Setidaknya ada beberapa pemain yang bisa menggantikan posisi ramirez seperti nilmar.
josep tambuxxx | joseptambuxxx@gmxxx.com| 2009-06-29 08:23:19
Bravo Dunga, Piala Dunia menunggu di tempat yang sama

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 
Wawancara
Mencoba Mengukir Sejarah
Wayne Rooney

Mencoba Mengukir Sejarah  

Tahun 2011 menjadi tahun gemilang bagi Wayne Rooney. Duetnya dengan Javier Hernandez menjadi salah satu kunci keberhasilan Manchester United meraih rekor 19 kali juara Liga Premier Inggris.
Polling Bola

Bayern Muenchen vs Chelsea

Partai puncak kompetisi antarklub paling bergengsi di Benua Biru. Laga yang menjadi satu-satunya harapan bagi Bayern Muenchen maupun Chelsea merebut gelar di musim ini.
Bayern menang
Chelsea menang