Popescu, Pesepakbola yang Jadi Mata-mata
ME Gunawan02/07/2009 23:50 |
Gheorghe Popescu (sport)
Liputan6.com, Bucharest: Pengakuan yang mengejutkan. Mantan defender PSV Eindhoven, Tottenham Hotspur, Barcelona, dan Timnas Rumania, Gheorghe “Gica” Popescu mengakui jika selama tiga tahun, 1986-1989, dirinya menjadi mata-mata atau informan polisi rahasia ketika Rumania dipimpin diktator Nicolae Ceausescu.
Seperti yang dikutip AP, Kamis (2/7), pengakuan yang keluar dari mulut Popescu hanya berselang tiga hari setelah Pemain Terbaik Rumania enam kali itu sempat membantah tudingan dirinya sebagai mata-mata dan mengklaim jika kabar yang dilansir di salah satu harian Rumania adalah “kebohongan besar”.
Dalam wawancaranya dengan harian lokal, Evenimentul Zilei, Popescu, 41 tahun, mengaku ia sempat menulis empat catatan yang melaporkan tentang rekan-rekan setim dan koleganya ketika ia masih bermain bersama Universitatea Craiova, klub profesional pertama yang diperkuat Popescu selama lima musim, 1985-1990.
Ketika tudingan spionase atau mata-mata itu muncul di media massa pada Senin (29/6) lalu, Popescu yang turut berkontribusi atas keberhasilan Rumania lolos ke putaran final Piala Dunia (PD) 1990, 1994, dan 1998, mengatakan dokumen yang ditandatanganinya pada 1985 tersebut benar-benar ditujukan sebagai upaya “mempertahankan kepentingan nasional”.
Sementara, dalam wawancaranya dengan Zilei, Popescu membela diri atas tindakan yang telah dilakukannya. “Bahkan, andaikata saya menulis catatan (sebagai informan), saya hanya menuliskan hal-hal yang baik saja. Saya justru memuji orang-orang,” tegas Popescu.
Di bawah rezim Ceausescu, polisi rahasia atau Securitate, mengandalkan informasi yang dikirimkan sekitar 700 ribu mata-mata yang tersebar di seluruh penjuru Rumania yang berpopulasi 22 juta penduduk. Polisi rahasia selalu mengamati sepak terjang para atlet Rumania dan sejumlah pemain yang tampil di kompetisi internasioanl dengan tujuan berbagi hasil percakapan dengan orang-orang asing.
Sementara itu, legenda sepakbola Rumania, Gheorghe Hagi, yang merupakan ipar Popescu, mengklaim jika di era komunis, kesuksesan di bidang olahraga membawa kejayaan bagi Rumania. “Kamilah duta besar Rumania,” tandas Hagi yang justru menuding pemilik Steaua Bucharest, Gigi Becali, juga bekerja bagi Securitate. Tudingan yang dibantah Becali. “Jika terbukti saya pernah menjadi mata-mata, maka saya sendiri yang akan menggantung diri,” ujar anggota Parlemen Eropa tersebut.
Seperti yang dikutip AP, Kamis (2/7), pengakuan yang keluar dari mulut Popescu hanya berselang tiga hari setelah Pemain Terbaik Rumania enam kali itu sempat membantah tudingan dirinya sebagai mata-mata dan mengklaim jika kabar yang dilansir di salah satu harian Rumania adalah “kebohongan besar”.
Dalam wawancaranya dengan harian lokal, Evenimentul Zilei, Popescu, 41 tahun, mengaku ia sempat menulis empat catatan yang melaporkan tentang rekan-rekan setim dan koleganya ketika ia masih bermain bersama Universitatea Craiova, klub profesional pertama yang diperkuat Popescu selama lima musim, 1985-1990.
Ketika tudingan spionase atau mata-mata itu muncul di media massa pada Senin (29/6) lalu, Popescu yang turut berkontribusi atas keberhasilan Rumania lolos ke putaran final Piala Dunia (PD) 1990, 1994, dan 1998, mengatakan dokumen yang ditandatanganinya pada 1985 tersebut benar-benar ditujukan sebagai upaya “mempertahankan kepentingan nasional”.
Sementara, dalam wawancaranya dengan Zilei, Popescu membela diri atas tindakan yang telah dilakukannya. “Bahkan, andaikata saya menulis catatan (sebagai informan), saya hanya menuliskan hal-hal yang baik saja. Saya justru memuji orang-orang,” tegas Popescu.
Di bawah rezim Ceausescu, polisi rahasia atau Securitate, mengandalkan informasi yang dikirimkan sekitar 700 ribu mata-mata yang tersebar di seluruh penjuru Rumania yang berpopulasi 22 juta penduduk. Polisi rahasia selalu mengamati sepak terjang para atlet Rumania dan sejumlah pemain yang tampil di kompetisi internasioanl dengan tujuan berbagi hasil percakapan dengan orang-orang asing.
Sementara itu, legenda sepakbola Rumania, Gheorghe Hagi, yang merupakan ipar Popescu, mengklaim jika di era komunis, kesuksesan di bidang olahraga membawa kejayaan bagi Rumania. “Kamilah duta besar Rumania,” tandas Hagi yang justru menuding pemilik Steaua Bucharest, Gigi Becali, juga bekerja bagi Securitate. Tudingan yang dibantah Becali. “Jika terbukti saya pernah menjadi mata-mata, maka saya sendiri yang akan menggantung diri,” ujar anggota Parlemen Eropa tersebut.
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.
Posting komentar Andamaman kusdiaxxx | sansui5xxx@yaxxx.com| 2009-07-14 12:15:11
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
