Benitez Sebut Barry Matre
Bursa Transfer Dimas Ramadani10/07/2009 08:58 | Bursa Transfer
Manajer Liverpool asal Spanyol, Rafael Benitez sebelum laga Liga Premier Inggris antara West Ham United dan Liverpool di Upton Park, London Timur, 9 Mei 2009. AFP PHOTO/IAN KINGTON
Rafael Benitez (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, London: Manajer Liverpool, Rafael Benitez memang dikenal sosok pribadi yang terbuka. Tanpa sungkan Benitez akan menyerang orang lain jika manajer berkebangsaan Spanyol itu punya opini disertai data dan fakta. Bos Manchester United, Sir Alex Ferguson kerap tukar kecaman dengannya.
Kali ini yang kena semprot adalah gelandang Timnas Inggris, Gareth Barry. Ia menyebut mantan kapten utama Aston Villa tersebut matre alias rakus uang terkait keputusan Barry lebih memilih Manchester City ketimbang Liverpool.
Musim panas lalu Barry nyaris menjadi anggota keluarga Liverpool. Kembali di bursa transfer tahun ini Liverpool berharap memperoleh tanda tangannya, sampai City ikut bermain. Akhirnya City keluar sebagai pemenang, mengikat Barry dengan kontrak lima tahun bergaji 100 ribu pound (Rp 1,7 miliar) per pekan.
Setelah berseragam City, Barry mengaku bahwa keputusannya beralih ke City lebih disebabkan besarnya ambisi City yang berjanji akan merekrut sejumlah pemain hebat ke Eastland. Tapi Benitez punya argumen lain. Ia menganggap Barry lebih mengedepankan materi semata daripada prospek karirnya. Ia juga menyegarkan ingatan betapa Barry amat ingin bermain di Liga Champions. Jangankan musim ini, tiket ke kancah tersebut di mata Benitez belum tentu didapat City musim depan.
“Ketika Anda pemain yang berpikir untuk pindah ke klub baru, pastikan Anda punya alasan kuat. Jika berpikir demi uang, Anda berbuat kesalahan besar seperti yang dilakukan Gareth Barry,” kecam Benitez seperti dikutip The Guardian. “Saya tidak ingin berbicara banyak tapi mayoritas putusan pemain di tahun ini lebih diberatkan pada uang dibanding kesuksesan dan dia (Barry) salah satunya.
Ia menambahkan: “Saya berkeyakinan keputusannya lebih dikarenakan besarnya uang yang diterima. Mungkin pemain matre seperti itu tidak tahu betapa buruk keputusannya. Tapi saya yakin hasrat untuk sukses merupakan faktor yang saya kedepankan ketika merekrut pemain. Ide yang ada di kepala saya uang bukan segalanya.”
Benitez tidak ketinggalan membubuhkan stempel 'gila' melihat bursa transfer musim panas ini. “Uang, uang dan uang. Semua transfer berkaca dari uang,” ketusnya. “Kami membayar mahal untuk Glen Johnson, tapi kami merekrut pemain yang memang bagus, pemain Inggris (lokal) dan itu membawa dampak sangat positif buat tim. Ia mendapat tawaran menarik dari klub lain, tapi saya katakan bahwa ia direkrut karena bisa berkembang lebih baik lagi.”
Kali ini yang kena semprot adalah gelandang Timnas Inggris, Gareth Barry. Ia menyebut mantan kapten utama Aston Villa tersebut matre alias rakus uang terkait keputusan Barry lebih memilih Manchester City ketimbang Liverpool.
Musim panas lalu Barry nyaris menjadi anggota keluarga Liverpool. Kembali di bursa transfer tahun ini Liverpool berharap memperoleh tanda tangannya, sampai City ikut bermain. Akhirnya City keluar sebagai pemenang, mengikat Barry dengan kontrak lima tahun bergaji 100 ribu pound (Rp 1,7 miliar) per pekan.
Setelah berseragam City, Barry mengaku bahwa keputusannya beralih ke City lebih disebabkan besarnya ambisi City yang berjanji akan merekrut sejumlah pemain hebat ke Eastland. Tapi Benitez punya argumen lain. Ia menganggap Barry lebih mengedepankan materi semata daripada prospek karirnya. Ia juga menyegarkan ingatan betapa Barry amat ingin bermain di Liga Champions. Jangankan musim ini, tiket ke kancah tersebut di mata Benitez belum tentu didapat City musim depan.
“Ketika Anda pemain yang berpikir untuk pindah ke klub baru, pastikan Anda punya alasan kuat. Jika berpikir demi uang, Anda berbuat kesalahan besar seperti yang dilakukan Gareth Barry,” kecam Benitez seperti dikutip The Guardian. “Saya tidak ingin berbicara banyak tapi mayoritas putusan pemain di tahun ini lebih diberatkan pada uang dibanding kesuksesan dan dia (Barry) salah satunya.
Ia menambahkan: “Saya berkeyakinan keputusannya lebih dikarenakan besarnya uang yang diterima. Mungkin pemain matre seperti itu tidak tahu betapa buruk keputusannya. Tapi saya yakin hasrat untuk sukses merupakan faktor yang saya kedepankan ketika merekrut pemain. Ide yang ada di kepala saya uang bukan segalanya.”
Benitez tidak ketinggalan membubuhkan stempel 'gila' melihat bursa transfer musim panas ini. “Uang, uang dan uang. Semua transfer berkaca dari uang,” ketusnya. “Kami membayar mahal untuk Glen Johnson, tapi kami merekrut pemain yang memang bagus, pemain Inggris (lokal) dan itu membawa dampak sangat positif buat tim. Ia mendapat tawaran menarik dari klub lain, tapi saya katakan bahwa ia direkrut karena bisa berkembang lebih baik lagi.”
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
