Dicaci dan Nyaris Berkelahi
David Becham ME Gunawan20/07/2009 12:35 | David Beckham
Spanduk protes dari para fans Los Angeles (LA) Galaxy terhadap David Beckham jelang digelarnya partai persahabatan antara LA Galaxy vs AC Milan di Carson, California, 19 Juli 2009. AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS
Liputan6.com, Carson, California: Kembalinya David Beckham ke Amerika Serikat (AS)—seusai menjalani masa peminjaman bersama AC Milan di kompetisi Liga Serie A Italia—tidak sepenuhnya diterima dengan baik oleh para fans Los Angeles (LA) Galaxy. Buktinya, di laga persahabatan melawan AC Milan yang berlangsung di Carson Stadium, California, Minggu (19/7) sore waktu setempat atau Senin (20/7) pagi WIB, Beckham mendapat cemooh dan caci maki dari sebagian fans LA Galaxy yang terkenal dengan sebutan LA Riot Squad.
Bahkan, seusai peluit babak pertama dibunyikan, Beckham nyaris terlibat perkelahian dengan seorang fans. Mantan gelandang Manchester United berusia 34 tahun itu berusaha melompati batas penghalang untuk menghampiri para fans tersebut yang selama pertandingan tak henti-hentinya mencemooh dirinya.
Sikap Beckham itu memancing reaksi seorang fans yang langsung beranjak dari tempat duduknya. Beruntung, para petugas keamanan bisa mencegah aksi bentrok tersebut. Beckham sendiri, seusai pertandingan menyatakan dirinya hanya ingin berjabat tangan dengan fans tersebut. “Namun, ia tidak mau melakukannya. Itulah yang terjadi,” aku Beckham seperti yang dikutip The Guardian.
Berubahnya sikap para fans LA Galaxy tidak terlepas dari pernyataan Beckham di awal tahun yang mengindikasikan ia lebih menginginkan tetap tinggal di Milan dibanding kembali ke Amerika. Beckham menunjuk level kompetisi Major League Soccer (MLS) yang dicapnya kurang kompetitif dibanding Serie A. Bahkan, gara-gara pernyataannya itu kapten LA Galaxy, Landon Donovan, dalam bukunya yang bertajuk “The Beckham Experiment” menuding Beckham tidak berkomitmen dengan kontrak yang telah ditekennya di LA Galaxy.
Alhasil, di laga lawan Rossoneri, sejumlah fans fanatik LA Galaxy menggelar spanduk yang isinya memrotes dan mencemooh sang superstar. Pun begitu pula ketika pertandingan tengah berlangsung. Setiap kali Beckham mendapat bola, LA Riot Squad selalu mencemoohnya. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri LA Galaxy sangat membutuhkan peran dan kontribusi Beckham yang berjasa besar atas terciptanya dua gol balasan LA Galaxy lewat Alan Gordon dan Bryan Jordan. Hal itu diungkapkan sendiri oleh Donovan. “Ia benar-benar berjasa bagi terciptanya dua gol tersebut,” puji Donovan.
Seusai pertandingan, Beckham mengaku telah memrediksi perlakuan sejumlah fans tersebut. “Saya telah memerkirakan sebelumnya. Kadang-kadang, apa yang diucapkan dan dilakukan mereka melampaui batas. Namun, secara keseluruhan, reaksi para fans sangat menggembirakan,” ujarnya. Memang, ketika ditarik ke luar lapangan ketika pertandingan tinggal tersisa 15 menit, Beckham mendapat sambutan meriah dari sejumlah fans yang tetap mendukung keberadaannya di LA Galaxy.
Bahkan, seusai peluit babak pertama dibunyikan, Beckham nyaris terlibat perkelahian dengan seorang fans. Mantan gelandang Manchester United berusia 34 tahun itu berusaha melompati batas penghalang untuk menghampiri para fans tersebut yang selama pertandingan tak henti-hentinya mencemooh dirinya.
Sikap Beckham itu memancing reaksi seorang fans yang langsung beranjak dari tempat duduknya. Beruntung, para petugas keamanan bisa mencegah aksi bentrok tersebut. Beckham sendiri, seusai pertandingan menyatakan dirinya hanya ingin berjabat tangan dengan fans tersebut. “Namun, ia tidak mau melakukannya. Itulah yang terjadi,” aku Beckham seperti yang dikutip The Guardian.
Berubahnya sikap para fans LA Galaxy tidak terlepas dari pernyataan Beckham di awal tahun yang mengindikasikan ia lebih menginginkan tetap tinggal di Milan dibanding kembali ke Amerika. Beckham menunjuk level kompetisi Major League Soccer (MLS) yang dicapnya kurang kompetitif dibanding Serie A. Bahkan, gara-gara pernyataannya itu kapten LA Galaxy, Landon Donovan, dalam bukunya yang bertajuk “The Beckham Experiment” menuding Beckham tidak berkomitmen dengan kontrak yang telah ditekennya di LA Galaxy.
Alhasil, di laga lawan Rossoneri, sejumlah fans fanatik LA Galaxy menggelar spanduk yang isinya memrotes dan mencemooh sang superstar. Pun begitu pula ketika pertandingan tengah berlangsung. Setiap kali Beckham mendapat bola, LA Riot Squad selalu mencemoohnya. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri LA Galaxy sangat membutuhkan peran dan kontribusi Beckham yang berjasa besar atas terciptanya dua gol balasan LA Galaxy lewat Alan Gordon dan Bryan Jordan. Hal itu diungkapkan sendiri oleh Donovan. “Ia benar-benar berjasa bagi terciptanya dua gol tersebut,” puji Donovan.
Seusai pertandingan, Beckham mengaku telah memrediksi perlakuan sejumlah fans tersebut. “Saya telah memerkirakan sebelumnya. Kadang-kadang, apa yang diucapkan dan dilakukan mereka melampaui batas. Namun, secara keseluruhan, reaksi para fans sangat menggembirakan,” ujarnya. Memang, ketika ditarik ke luar lapangan ketika pertandingan tinggal tersisa 15 menit, Beckham mendapat sambutan meriah dari sejumlah fans yang tetap mendukung keberadaannya di LA Galaxy.
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
Wayne Rooney
Mencoba Mengukir Sejarah
Tahun 2011 menjadi tahun gemilang bagi Wayne Rooney. Duetnya dengan Javier Hernandez menjadi salah satu kunci keberhasilan Manchester United meraih rekor 19 kali juara Liga Premier Inggris.
Polling Bola

