Wenger Tuding MU Terapkan "Anti-Sepakbola"
Pasclaga MU-Arsenal ME Gunawan31/08/2009 10:10 | Pasclaga MU-Arsenal
Arsene Wenger (© AFP 2009)
Liputan6.com, London: Manajer Arsenal, Arsene Wenger kembali memicu perang dengan musuh bebuyutannya, Manchester United dan Sir Alex Ferguson. Tanpa tedeng aling-aling, meski tak mau mengungkapkan nama pemain yang ditudingnya, Wenger menilai apa yang diperagakan Wayne Rooney dkk di laga big-match antara kedua tim di Old Trafford, Sabtu (29/8) merupakan pertunjukan dari taktik “anti-sepakbola”.
Dalam pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi dan panas tersebut, wasit Mike Dean mengeluarkan enam kartu kuning kepada para pemain Arsenal. MU? Setengahnya alias tiga pemain. Alhasil, otomatis Arsenal mendapat denda sebesar 25 ribu pound (sekitar Rp 412,5 juta) dari FA. Yang menarik, beberapa detik sebelum peluit akhir berbunyi, Dean menginstruksikan Wenger untuk duduk di tribun penonton.
Putusan Dean dipicu keluhan fourth official, Lee Probert yang menilai Wenger bersikap kasar dengan menendang botol minuman di touchline. Wenger memang tampak kesal dengan putusan wasit dan hakim garis yang menganulir gol penyeimbang kedudukan yang dilesakkan Robin van Persie di injury time. Alhasil, Arsenal pulang ke London dengan menuai kekalahan 1-2 (1-0).
Seperti yang dilansir sejumlah media massa Inggris, tanpa mau menyebut nama, Wenger menuding sikap yang ditunjukkan seorang anak didik Ferguson lebih berbahaya dibanding diving yang dilakukan anak didiknya, Eduardo da Silva. Wenger pantas kesal dengan langkah Asosiasi Sepakbola Skotlandia yang meminta UEFA me-review ulang insiden penalti di laga Arsenal vs Celtic. Alhasil, UEFA mendakwa Eduardo melakukan diving dan terancam skorsing dua partai.
“Saya melihat seorang pemain yang kehadirannya di lapangan hanya untuk melakukan pelanggaran. Bagi saya, soal itu jauh lebih penting dibanding diving. Pemain yang dimaksud tidak pernah mendapat hukuman kartu. Saya pikir sikap seperti itu jauh lebih buruk dibanding apa yang dilakukan Eduardo,” tegas Wenger seperti yang dikutip The Sun.
Wenger tersenyum tapi menolak mengiyakan ketika ditanya apakah sosok pemain MU yang ia tuding adalah gelandang asal Skotlandia, Darren Fletcher. “Mengapa Anda menyebut nama?” kata Wenger balik bertanya. Namun, Wenger tampak kecewa dengan sikap wasit Dean yang membiarkan pelanggaran yang dilakukan Fletcher terhadap Andrei Arshavin
“Saya tidak tahu mengapa itu terjadi. Anda seharusnya menanyakan hal itu kepada para wasit. Lihatlah berapa banyak pelanggaran yang sengaja dilakukan dan pemainnya lolos dari hukuman kartu. Itulah problem terbesar saat ini. Sebab, sikap seperti itu menghentikan jalannya pertandingan. Orang datang ke stadion untuk menonton sepakbola, bukan untuk melihat free-kicks,” kecam Wenger.
Lebih lanjut Wenger berpendapat sulitnya menyikapi (membuat keputusan) soal diving. “Sulit. Terkadang pemain melakukan diving untuk menghindari terjangan atau benturan dengan pemain lawan. Kadang, beda antara bersikap cerdas dan menipu sangat tipis,” ujarnya. (MEG)
Dalam pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi dan panas tersebut, wasit Mike Dean mengeluarkan enam kartu kuning kepada para pemain Arsenal. MU? Setengahnya alias tiga pemain. Alhasil, otomatis Arsenal mendapat denda sebesar 25 ribu pound (sekitar Rp 412,5 juta) dari FA. Yang menarik, beberapa detik sebelum peluit akhir berbunyi, Dean menginstruksikan Wenger untuk duduk di tribun penonton.
Putusan Dean dipicu keluhan fourth official, Lee Probert yang menilai Wenger bersikap kasar dengan menendang botol minuman di touchline. Wenger memang tampak kesal dengan putusan wasit dan hakim garis yang menganulir gol penyeimbang kedudukan yang dilesakkan Robin van Persie di injury time. Alhasil, Arsenal pulang ke London dengan menuai kekalahan 1-2 (1-0).
Seperti yang dilansir sejumlah media massa Inggris, tanpa mau menyebut nama, Wenger menuding sikap yang ditunjukkan seorang anak didik Ferguson lebih berbahaya dibanding diving yang dilakukan anak didiknya, Eduardo da Silva. Wenger pantas kesal dengan langkah Asosiasi Sepakbola Skotlandia yang meminta UEFA me-review ulang insiden penalti di laga Arsenal vs Celtic. Alhasil, UEFA mendakwa Eduardo melakukan diving dan terancam skorsing dua partai.
“Saya melihat seorang pemain yang kehadirannya di lapangan hanya untuk melakukan pelanggaran. Bagi saya, soal itu jauh lebih penting dibanding diving. Pemain yang dimaksud tidak pernah mendapat hukuman kartu. Saya pikir sikap seperti itu jauh lebih buruk dibanding apa yang dilakukan Eduardo,” tegas Wenger seperti yang dikutip The Sun.
Wenger tersenyum tapi menolak mengiyakan ketika ditanya apakah sosok pemain MU yang ia tuding adalah gelandang asal Skotlandia, Darren Fletcher. “Mengapa Anda menyebut nama?” kata Wenger balik bertanya. Namun, Wenger tampak kecewa dengan sikap wasit Dean yang membiarkan pelanggaran yang dilakukan Fletcher terhadap Andrei Arshavin
“Saya tidak tahu mengapa itu terjadi. Anda seharusnya menanyakan hal itu kepada para wasit. Lihatlah berapa banyak pelanggaran yang sengaja dilakukan dan pemainnya lolos dari hukuman kartu. Itulah problem terbesar saat ini. Sebab, sikap seperti itu menghentikan jalannya pertandingan. Orang datang ke stadion untuk menonton sepakbola, bukan untuk melihat free-kicks,” kecam Wenger.
Lebih lanjut Wenger berpendapat sulitnya menyikapi (membuat keputusan) soal diving. “Sulit. Terkadang pemain melakukan diving untuk menghindari terjangan atau benturan dengan pemain lawan. Kadang, beda antara bersikap cerdas dan menipu sangat tipis,” ujarnya. (MEG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini.
Posting komentar Andavxxx | ajie_joxxx@yaxxx.co| 2009-09-02 12:06:37
vxxx | ajie_joxxx@yaxxx.co| 2009-09-02 12:05:36
rxxx | ridybaxxx@gmxxx.com| 2009-09-02 11:23:11
edxxx | edgarronaxxx@yaxxx.com| 2009-09-02 09:50:28
jixxx | jimbul.gemxxx@gmxxx.com| 2009-09-01 20:22:34
Wayne Yxxx | yoga_malxxx@yaxxx.co| 2009-09-01 17:43:09
pxxx | pirsiexxx@yaxxx.com| 2009-08-31 18:54:20
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
