Sukses

3 Juara Dunia F1 yang Memulai Karier seperti Rio Haryanto

Liputan6.com, Jakarta - Bukan rahasia lagi Formula One (F1) olahraga yang sangat mahal. Perlu biaya besar bagi sebuah tim yang hendak berkiprah di ajang yang kerap disebut sebagai adu balap jet darat ini.

Bahkan, tak jarang seorang pembalap harus membayarkan uang demi bisa tampil di Formula One. Para pembalap yang membayar untuk mendapat kursi di sebuah tim F1 dikenal dengan sebutan pay driver.

Langkah ini pula yang digunakan oleh pembalap asal Indonesia, Rio Haryanto, untuk bisa berkiprah di F1 dan bergabung dengan Manor. Dalam dunia F1, prestasi dan potensi saja tidak saja cukup, pembalap butuh sponsor yang kuat.  

Uang yang dikeluarkan pembalap tersebut nantinya dipakai tim untuk membeli mesin serta pengembangan mobil mereka selama balapan F1 satu musim. Namun, Rio tak perlu berkecil hati karena memulai karier di F1 sebagai pay driver.

Sebab, sejumlah pembalap top juga berstatus sebagai pay driver ketika memulai debut di ajang F1. Bahkan, tidak sedikit pay driver yang mampu menjadi juara dunia ajang balap jet darat ini. Berikut 3 pembalap pay driver yang mampu menjadi juara dunia:

1 dari 4 halaman

Fernando Alonso

3. Fernando Alonso

Fernando Alonso bergabung dengan Minardi pada 2001 sebagai pay driver. Bakat pembalap asal Spanyol ini sudah terlihat ketika dia mendapat tes mengendarai mobil F1 Minardi pada 1998.

Meskipun pada musim perdananya di F1 Alonso tidak berhasil mengoleksi satu poin pun untuk Minardi, penampilannya banyak dipuji. Musim berikutnya, Alonso langsung pindah ke Renault sebagai pembalap penguji.

Pada tahun 2003, Alonso langsung mendapat kursi balap di tim Renault dan mengakhiri musim 2003 di peringkat keenam klasemen. Baru pada 2005 Alonso keluar sebagai juara dunia F1. Setahun kemudian Alonso mengulangi suksesnya tersebut.

Kini, Alonso membela McLaren Honda setelah enam musim berada di balik kemudi tim Scuderia Ferrari. Bersama Ferrari, Alonso tiga kali menjadi runner-up dan tak sekalipun menjadi juara dunia F1.

2 dari 4 halaman

Niki Lauda

2. Niki Lauda

Sepanjang kariernya di ajang F1, Niki Lauda telah mengoleksi tiga gelar juara dunia. Tapi, siapa yang menyangka Lauda mengawali karier balapnya sebagai pay driver sebelum namanya dikenang sebagai legenda F1.

Lauda meminjam uang dari asuransi jiwanya untuk mengamankan kursi balap di Formula 2 dan Formula 1, sebelum dia mampu tampil impresif di lintasan. Pada 1974, Lauda bergabung dengan Ferrari dan mulai membuktikan diri sebagai pembalap yang sangat berbakat dan menjanjikan.

Setelah menandatangani kontrak dengan Ferrari, Lauda langsung bisa melunasi utang dari asuransi jiwanya. Lauda menjadi juara dunia F1 pada  1975, 1977, dan 1984.

Dia sempat mengumumkan pensiun dari dunia balap F1 pada 1979, setelah merasa mobilnya tidak mampu bersaing. Namun, pada 1982 Lauda melakukan comeback dan merebut gelar juara dunia F1 ketiganya pada 1984.

3 dari 4 halaman

Michael Schumacher

1. Michael Schumacher

Pada 1991, Michael Schumacher memulai debutnya di ajang F1 bersama Jordan Ford di Grand Prix Belgia. Untuk bisa menjadi pembalap F1, Schuamcher mesti membayar 150 ribu dolar kepada Jordan.

Menariknya, Schumacher kala itu bergabung dengan Jordan untuk menggantikan Bertrand Gachot, yang dipenjara. Pada debutnya, Schumacher juga mesti keluar dari balapan pada lap pertama karena masalah kopling.

Kala itu, Pembalap asal Jerman tersebut mengemudikan mobil Jordan dengan nomor 32. Meski gagal finis di GP Belgia, Schumacher sudah mengesankan saat sesi kualifikasi dengan memulai balapan dari urutan ketujuh.

Schumacher langsung mendominasi F1 pada 1994 dan 1995 dengan menjadi juara dunia bersama Benetton. Performa gemilangnya itu membuat dia dikontrak tim kaya Scuderia Ferrari. Bersama Ferrrari, Schumacher kemudian merebut lima gelar juara dunia F1.

Artikel Selanjutnya
Bos Honda Masih Ragu Kiprah Luthi di MotoGP 2018
Artikel Selanjutnya
Sepak Bola SEA Games: Luis Milla Paling Mentereng