Genoa Samai Rekor Tahun 1932
Pekan Ketiga Serie A ME Gunawan14/09/2009 06:00 | Serie A Italia
Kegembiraan gelandang Genoa, Giandomenico Mesto (kedua dari kanan) seusai mencetak gol ke gawang Napoli dalam lanjutan Serie A Italia yang digelar di Luigi Ferraris, 13 September 2009. Genoa unggul 4-1.
Liputan6.com, Genoa: Genoa berhasil mempertahankan rekor sempurna: selalu meraih kemenangan di tiga pekan pertama kompetisi Serie A Italia musim 2009-2010. Setelah di pekan perdana sukses mengatasi perlawanan AS Roma 3-2 dan menang tipis 1-0 atas tuan rumah Atalanta di pekan kedua, anak-anak asuhan Gian Piero Gasperini mampu menjaga tren mulus dengan membungkam Napoli 4-1 (1-1).
Menengok ke belakang, start mulus tersebut jarang dilakukan Grifone, julukan Genoa, yang sejak 1911 menggunakan Stadio Luigi Ferraris sebagai markasnya. Lebih jauh lagi, kemenangan ketiga kali secara berturut-turut yang diraih Marco Rossi dkk itu menyamai catatan gemilang klub di musim 1932-1933. Ketika itu Genoa masih bernama Genova 1893 Circolo del Calcio—nama yang diinstruksikan rezim fasis pimpinan Benito Mussolini pada 1928.
Meskipun mencatat prestasi gemilang, di akhir musim 1932-1933, Genoa, eh Genova 1893, hanya mampu menduduki peringkat kedelapan di klasemen akhir. Bahkan, di tahun berikutnya, musim 1933-34, Genova menuai hasil buruk, untuk kali pertama terdegradasi ke Serie B.
Tentunya, Gasperini tak mau peristiwa kelam itu kini terjadi pada anak-anak asuhannya. Justru, di musim ini, setelah meraih hasil gemilang di musim lalu, menempati peringkat kelima klasemen, Gasperini mencanangkan Genoa berhasil menembus zona Liga Champions. (MEG)
Menengok ke belakang, start mulus tersebut jarang dilakukan Grifone, julukan Genoa, yang sejak 1911 menggunakan Stadio Luigi Ferraris sebagai markasnya. Lebih jauh lagi, kemenangan ketiga kali secara berturut-turut yang diraih Marco Rossi dkk itu menyamai catatan gemilang klub di musim 1932-1933. Ketika itu Genoa masih bernama Genova 1893 Circolo del Calcio—nama yang diinstruksikan rezim fasis pimpinan Benito Mussolini pada 1928.
Meskipun mencatat prestasi gemilang, di akhir musim 1932-1933, Genoa, eh Genova 1893, hanya mampu menduduki peringkat kedelapan di klasemen akhir. Bahkan, di tahun berikutnya, musim 1933-34, Genova menuai hasil buruk, untuk kali pertama terdegradasi ke Serie B.
Tentunya, Gasperini tak mau peristiwa kelam itu kini terjadi pada anak-anak asuhannya. Justru, di musim ini, setelah meraih hasil gemilang di musim lalu, menempati peringkat kelima klasemen, Gasperini mencanangkan Genoa berhasil menembus zona Liga Champions. (MEG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
Wayne Rooney
Mencoba Mengukir Sejarah
Tahun 2011 menjadi tahun gemilang bagi Wayne Rooney. Duetnya dengan Javier Hernandez menjadi salah satu kunci keberhasilan Manchester United meraih rekor 19 kali juara Liga Premier Inggris.
Polling Bola

