Liga Eropa Gunakan Lima Wasit
Yus Ariyanto15/09/2009 14:50 | Aturan Main
Wasit asal Italia, Roberto Rosetti memimpin laga perempat final Liga Champions Bayern Muenchen vs Barcelona di Allianz arena, Munich, 14 April 2009. AFP PHOTO/JOHN MACDOUGALL
Liputan6.com, Zurich: Sepak bola akan mengalami salah satu perubahan paling radikal, pekan ini. Itu terjadi ketika pertandingan Liga Eropa dimulai dengan menggunakan tim wasit yang terdiri atas lima orang.
Kompetisi yang sebelumnya bernama Piala UEFA itu akan mendapat asisten wasit tambahan yang menjalankan tugas di sisi setiap gawang untuk membantu mengawasi apakah para pemain melakukan diving di kotak penalti dan melakukan kesalahan di daerah itu dan juga menetapkan apakah bola telah melalui garis gawang atau belum.
Sistem tersebut akan dijalankan di 24 pertandingan mulai Kamis (17/9) dengan mempertandingkan tim-tim seperti Ajax Amsterdam, Valencia, AS Roma, Panathinaikos, PSV Eindhoven, dan Sporting Lisbon.
Para ofisial berharap sistem tersebut dapat mengurangi jumlah kesalahan keputusan wasit -- yang sering diekspos secara terang-terangan dalam tayangan ulang televisi -- tanpa menggunakan teknologi video. Presiden UEFA Michel Platini dan Presiden FIFA Sepp Blatter adalah penentang keras teknologi, kecuali mikropon dan headsets yang digunakan ofisial pertandingan untuk berkomunikasi satu dengan lainnnya.
"Segala sesuatunya belum membaik dalam perwasitan selama lebih dari 100 tahun. Saya menentang teknologi video karena hal itu akan mempermalukan orang dalam pertandingan, tetapi sistem ini akan membantu wasit mengambil keputusan yang benar," kata Platini bulan lalu, "Ini dapat menjadi perubahan paling signifikan dalam pertandingan selama lebih dari 100 tahun."
Perubahan peraturan besar sebelumnya terjadi tahun 1992 ketika para penjaga gawang dilarang menangkap bola hasil operan rekan satu timnya, menyusul kecaman terhadap permainan negatif di Piala Dunia di Italia dua tahun sebelumnya.(YUS)
Kompetisi yang sebelumnya bernama Piala UEFA itu akan mendapat asisten wasit tambahan yang menjalankan tugas di sisi setiap gawang untuk membantu mengawasi apakah para pemain melakukan diving di kotak penalti dan melakukan kesalahan di daerah itu dan juga menetapkan apakah bola telah melalui garis gawang atau belum.
Sistem tersebut akan dijalankan di 24 pertandingan mulai Kamis (17/9) dengan mempertandingkan tim-tim seperti Ajax Amsterdam, Valencia, AS Roma, Panathinaikos, PSV Eindhoven, dan Sporting Lisbon.
Para ofisial berharap sistem tersebut dapat mengurangi jumlah kesalahan keputusan wasit -- yang sering diekspos secara terang-terangan dalam tayangan ulang televisi -- tanpa menggunakan teknologi video. Presiden UEFA Michel Platini dan Presiden FIFA Sepp Blatter adalah penentang keras teknologi, kecuali mikropon dan headsets yang digunakan ofisial pertandingan untuk berkomunikasi satu dengan lainnnya.
"Segala sesuatunya belum membaik dalam perwasitan selama lebih dari 100 tahun. Saya menentang teknologi video karena hal itu akan mempermalukan orang dalam pertandingan, tetapi sistem ini akan membantu wasit mengambil keputusan yang benar," kata Platini bulan lalu, "Ini dapat menjadi perubahan paling signifikan dalam pertandingan selama lebih dari 100 tahun."
Perubahan peraturan besar sebelumnya terjadi tahun 1992 ketika para penjaga gawang dilarang menangkap bola hasil operan rekan satu timnya, menyusul kecaman terhadap permainan negatif di Piala Dunia di Italia dua tahun sebelumnya.(YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
Wayne Rooney
Mencoba Mengukir Sejarah
Tahun 2011 menjadi tahun gemilang bagi Wayne Rooney. Duetnya dengan Javier Hernandez menjadi salah satu kunci keberhasilan Manchester United meraih rekor 19 kali juara Liga Premier Inggris.
Polling Bola

