Kiprah Santana Kian Diragukan
Afrika Selatan ME Gunawan12/10/2009 00:16 | Afrika Selatan
Pelatih Afrika Selatan asal Brasil, Joel Santana saat laga perebutan tempat ketiga Piala Konfederasi melawan Spanyol di Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg, 28 Juni 2009. AFP PHOTO / GIANLUIGI GUERCIA
Liputan6.com, Oslo: Untuk ketujuh kalinya dalam delapan pertandingan internasional yang terakhir, Afrika Selatan menuai kekalahan. Kali ini, giliran Norwegia yang berhasil menundukkan Aaron Mokoena dkk dengan skor tipis 1-0 di Oslo, Sabtu (10/10). Walhasil, kiprah pelatih Bafana Bafana, julukan bagi Afsel, Joel Santana kian diragukan.
Seperti yang dilansir Reuters, rapor merah Mokoena dkk ditambah pergantian pucuk pimpinan dalam tubuh Asosiasi Sepakbola Afrika Selatan (SAFA) bisa jadi akan mengakhiri eksistensi Santana, pelatih asal Brasil berusia 60 tahun yang memangku jabatan sebagai pelatih timnas pada Mei 2008 menggantikan Carlos Perreira. Total jenderal, sejak ditangani Santana, setengah dari 26 partai yang dilalui Bafana Bafana berakhir dengan kekalahan.
Sebelum digelarnya Pemilihan Presiden SAFA yang baru, kandidat yang kemudian unggul, Kirsten Nemantandani pernah sesumbar dan berjanji akan memecat Santana. Namun, setelah terpilih menjadi presiden, Nemantandani justru mengangkat tiga pelatih lokal untuk mengevaluasi kinerja Santana.
Di lain pihak, Santana sendiri masih sangat yakin dalam waktu tersisa sebelum digelarnya putaran final Piala Dunia 2010, ia akan mampu memperbaiki kinerja Mokoena dkk. “Sejumlah pertandingan yang telah kami lalui didisain hanya untuk latihan. Lain halnya ketika kami berkiprah di Piala Dunia,” kilah Santana.
Rencananya, pada Selasa (13/10), Bafana Bafana akan kembali berlatih dan mengadakan pertandingan persahabatan melawan Islandia di Reykjavik. Setelah itu, pada November mendatang, Mokoena dkk akan menjamu Jepang dan Jamaika. (MEG)
Seperti yang dilansir Reuters, rapor merah Mokoena dkk ditambah pergantian pucuk pimpinan dalam tubuh Asosiasi Sepakbola Afrika Selatan (SAFA) bisa jadi akan mengakhiri eksistensi Santana, pelatih asal Brasil berusia 60 tahun yang memangku jabatan sebagai pelatih timnas pada Mei 2008 menggantikan Carlos Perreira. Total jenderal, sejak ditangani Santana, setengah dari 26 partai yang dilalui Bafana Bafana berakhir dengan kekalahan.
Sebelum digelarnya Pemilihan Presiden SAFA yang baru, kandidat yang kemudian unggul, Kirsten Nemantandani pernah sesumbar dan berjanji akan memecat Santana. Namun, setelah terpilih menjadi presiden, Nemantandani justru mengangkat tiga pelatih lokal untuk mengevaluasi kinerja Santana.
Di lain pihak, Santana sendiri masih sangat yakin dalam waktu tersisa sebelum digelarnya putaran final Piala Dunia 2010, ia akan mampu memperbaiki kinerja Mokoena dkk. “Sejumlah pertandingan yang telah kami lalui didisain hanya untuk latihan. Lain halnya ketika kami berkiprah di Piala Dunia,” kilah Santana.
Rencananya, pada Selasa (13/10), Bafana Bafana akan kembali berlatih dan mengadakan pertandingan persahabatan melawan Islandia di Reykjavik. Setelah itu, pada November mendatang, Mokoena dkk akan menjamu Jepang dan Jamaika. (MEG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
Wayne Rooney
Mencoba Mengukir Sejarah
Tahun 2011 menjadi tahun gemilang bagi Wayne Rooney. Duetnya dengan Javier Hernandez menjadi salah satu kunci keberhasilan Manchester United meraih rekor 19 kali juara Liga Premier Inggris.
Polling Bola

