Pavlyuchenko Ngotot Dilego
Tottenham Hotspur Dimas Ramadani11/11/2009 22:37 | Tottenham Hotspur
Sikap frustasi yang ditunjukkan striker Tottenham Hotspur asal Rusia, Roman Pavlyuchenko di leg pertama semifinal Carling Cup melawan Burnley di White Hart Lane, London, 6 Januari 2009. AFP PHOTO/Glyn Kirk
Roman Pavluchenko (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, London: Musim ini terasa begitu “dingin” buat striker Tottenham Hotspur, Roman Pavlyuchenko. Berlaga bersama tim utama terasa begitu langka. Sebuah situasi yang tidak menyenangkan karena akan membuat Guus Hiddink, pelatih Timnas Rusia, memalingkan muka darinya.
Belum lama Hiddink mewanti-wanti Pavlyuchenko bahwa dirinya bisa dicoret dari skuad timnas jika tidak bermain reguler (Baca: Lampu Kuning untuk Pavlyuchenko). Kesempatan berlaga di Piala Dunia 2010 pun suram, jika mampu melewati partai play-off menghadapi Slovenia.
Indikasi ke arah sana semakin jelas. Pavlyuchenko bukan lagi pilihan utama dalam starting line-up setiap “Tim Beruang Merah” berlaga. Penyerang berusia 27 tahun ini merupakan pilihan keempat di kantong Harry Redknapp, manajer Tottenham, di belakang Jermain Defoe, Robbie Keane dan Peter Crouch.
“Saya ingin meninggalkan klub (Tottenham),” pekik Pavlyuchenko. “Rasanya mustahil bertahan dengan kondisi yang ada. Saya lebih banyak duduk di bangku cadangan selama enam bulan dan hasilnya saya kehilangan kavling di starting line-up Timnas Rusia.”
“Semoga kami bisa lolos ke putaran final Piala Dunia. Siapa yang tidak ingin bermain di ajang paling bergengsi tersebut? Saya ingin bermain, tidak hanya duduk-duduk menghangatkan bangku cadangan,” imbuhnya.
Spurs menggelontorkan 14 juta pound untuk mendapatkan tanda tangan Pavlyuchenko di atas kontrak lima tahun. Ia dibeli dari Spartak Moskow pada Agustus 2008. Tapi ia takut manajemen Tottenham akan berusaha menahan harga yang membuat kesempatannya untuk meninggalkan White Hart Lane menjadi sulit.
“Segera sesudah dua leg menghadapi Slovenia, saya dan agenku akan langsung terbang ke London dengan tujuan bernegosiasi. Saya akan meminta itu secara personel,” papar Pavlyuchenko kepada koran Rusia, Sport Express, yang dikutip Daily Mail.
Permintaannya yang utama adalah mendesak manajemen klub menyantumkan bandrol yang tidak kemahalan. “Lagipula,” katanya lagi, “Harry Redknapp tidak berbicara apapun kepadaku. Dia menyatakan bahwa memiliki tiga penyerang sudah cukup dan ideal. Saya merupakan pilihan keempat Redknapp yang dengan begitu angkat kaki. (DIM)
Belum lama Hiddink mewanti-wanti Pavlyuchenko bahwa dirinya bisa dicoret dari skuad timnas jika tidak bermain reguler (Baca: Lampu Kuning untuk Pavlyuchenko). Kesempatan berlaga di Piala Dunia 2010 pun suram, jika mampu melewati partai play-off menghadapi Slovenia.
Indikasi ke arah sana semakin jelas. Pavlyuchenko bukan lagi pilihan utama dalam starting line-up setiap “Tim Beruang Merah” berlaga. Penyerang berusia 27 tahun ini merupakan pilihan keempat di kantong Harry Redknapp, manajer Tottenham, di belakang Jermain Defoe, Robbie Keane dan Peter Crouch.
“Saya ingin meninggalkan klub (Tottenham),” pekik Pavlyuchenko. “Rasanya mustahil bertahan dengan kondisi yang ada. Saya lebih banyak duduk di bangku cadangan selama enam bulan dan hasilnya saya kehilangan kavling di starting line-up Timnas Rusia.”
“Semoga kami bisa lolos ke putaran final Piala Dunia. Siapa yang tidak ingin bermain di ajang paling bergengsi tersebut? Saya ingin bermain, tidak hanya duduk-duduk menghangatkan bangku cadangan,” imbuhnya.
Spurs menggelontorkan 14 juta pound untuk mendapatkan tanda tangan Pavlyuchenko di atas kontrak lima tahun. Ia dibeli dari Spartak Moskow pada Agustus 2008. Tapi ia takut manajemen Tottenham akan berusaha menahan harga yang membuat kesempatannya untuk meninggalkan White Hart Lane menjadi sulit.
“Segera sesudah dua leg menghadapi Slovenia, saya dan agenku akan langsung terbang ke London dengan tujuan bernegosiasi. Saya akan meminta itu secara personel,” papar Pavlyuchenko kepada koran Rusia, Sport Express, yang dikutip Daily Mail.
Permintaannya yang utama adalah mendesak manajemen klub menyantumkan bandrol yang tidak kemahalan. “Lagipula,” katanya lagi, “Harry Redknapp tidak berbicara apapun kepadaku. Dia menyatakan bahwa memiliki tiga penyerang sudah cukup dan ideal. Saya merupakan pilihan keempat Redknapp yang dengan begitu angkat kaki. (DIM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
