Ferguson Kena Batunya
Manchester United ME Gunawan12/11/2009 21:50 | Manchester United
Kesedihan Sir Alex Ferguson dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, 17 Juli 2009, terkait pembatalan kunjungan MU ke Indonesia gara-gara aksi pemboman di dua hotel di Jakarta. AFP PHOTO / Saeed Khan
Sir Alex Ferguson (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, London: Sir Alex Ferguson kena batunya. Manajer tersepuh dan kharismatik di Liga Premier berusia 67 tahun ini mendapat hukuman keras dari Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) via Komisi Regulasi menyusul komentar keras yang keluar dari mulut manajer Manchester United itu terhadap kepemimpinan wasit Alan Wiley yang menjadi pengadil laga lawan Sunderland di Old Trafford, Sabtu (3/10) lalu.
Hukuman dimaksud adalah touchline ban atau larangan duduk di bench pemain sebanyak empat pertandingan dimana dua di antaranya ditangguhkan sampai akhir musim depan, musim 2010-2011. Tidak hanya itu, Ferguson dikenai denda sebesar 20 ribu pound atau sekitar Rp 314 juta dan peringatan terkait tindak-tanduknya.
Seperti yang dilansir BBC Sports News, seusai partai melawan The Black Cats yang berakhir dengan hasil imbang 2-2 itu, Ferguson melontarkan kritik keras kepada Wiley yang dinilainya tidak berada dalam kondisi yang fit untuk memimpin jalannya pertandingan (Baca: Ferguson Terancam Dituntut FA).
Diyakini, karena kegagalan meraih poin penuh itulah yang menjadi biang keladi Ferguson berkomentar sepedas itu. Pasalnya, menurut data statistik, di laga tersebut, justru faktanya Wiley sangat fit (Baca: Statistik Buktikan Wiley Sangat Fit!).
Komentar Ferguson pun memicu reaksi yang tak kalah kerasnya dari para wasit, termasuk mantan wasit beken di premiership. Menyikapi posisinya yang “tersudut”, Ferguson pun meminta maaf. Sebagai siasat mencari hukuman yang ringan, Ferguson bakal bersikap nrimo ketika sidang personal hearing digelar (Baca: Soal Sanksi, Ferguson Nrimo).
Apa daya, rupanya jurus Ferguson, kali ini, tak seampuh sebelumnya. Komisi Regulasi FA yang terdiri dari empat orang dipimpin Chairman Peter Griffiths QC, menilai komentar Ferguson tidak hanya tidak pantas dilakukan namun juga tidak pada tempatnya dan benar-benar keterlaluan. “Ia seharusnya tidak berkomentar seperti itu,” tegas Griffiths QC.
Hukuman touchline ban dua partai yang ditangguhkan bakal otomatis berlaku jika Ferguson terbukti bersalah terkait kasus yang sama sebelum berakhirnya musim 2010-2011.
Hukuman kali ini membuat Ferguson untuk kali ketiga berturut-turut mendapat hukuman serupa dalam tiga musim. Di musim 2007-2008, Ferguson dikenai sanksi touchline ban dua partai plus denda lima ribu pound karena sikap kasarnya terhadap wasit Mark Clattenburgh di laga lawan Bolton Wanderers. Musim lalu, Ferguson mendapat hukuman serupa namun besarnya denda bertambah dua kali lipat, menjadi 10 ribu pound, menyusul sikap protesnya terhadap wasit Mike Dean seusai laga MU versus Hull City.(MEG)
Hukuman dimaksud adalah touchline ban atau larangan duduk di bench pemain sebanyak empat pertandingan dimana dua di antaranya ditangguhkan sampai akhir musim depan, musim 2010-2011. Tidak hanya itu, Ferguson dikenai denda sebesar 20 ribu pound atau sekitar Rp 314 juta dan peringatan terkait tindak-tanduknya.
Seperti yang dilansir BBC Sports News, seusai partai melawan The Black Cats yang berakhir dengan hasil imbang 2-2 itu, Ferguson melontarkan kritik keras kepada Wiley yang dinilainya tidak berada dalam kondisi yang fit untuk memimpin jalannya pertandingan (Baca: Ferguson Terancam Dituntut FA).
Diyakini, karena kegagalan meraih poin penuh itulah yang menjadi biang keladi Ferguson berkomentar sepedas itu. Pasalnya, menurut data statistik, di laga tersebut, justru faktanya Wiley sangat fit (Baca: Statistik Buktikan Wiley Sangat Fit!).
Komentar Ferguson pun memicu reaksi yang tak kalah kerasnya dari para wasit, termasuk mantan wasit beken di premiership. Menyikapi posisinya yang “tersudut”, Ferguson pun meminta maaf. Sebagai siasat mencari hukuman yang ringan, Ferguson bakal bersikap nrimo ketika sidang personal hearing digelar (Baca: Soal Sanksi, Ferguson Nrimo).
Apa daya, rupanya jurus Ferguson, kali ini, tak seampuh sebelumnya. Komisi Regulasi FA yang terdiri dari empat orang dipimpin Chairman Peter Griffiths QC, menilai komentar Ferguson tidak hanya tidak pantas dilakukan namun juga tidak pada tempatnya dan benar-benar keterlaluan. “Ia seharusnya tidak berkomentar seperti itu,” tegas Griffiths QC.
Hukuman touchline ban dua partai yang ditangguhkan bakal otomatis berlaku jika Ferguson terbukti bersalah terkait kasus yang sama sebelum berakhirnya musim 2010-2011.
Hukuman kali ini membuat Ferguson untuk kali ketiga berturut-turut mendapat hukuman serupa dalam tiga musim. Di musim 2007-2008, Ferguson dikenai sanksi touchline ban dua partai plus denda lima ribu pound karena sikap kasarnya terhadap wasit Mark Clattenburgh di laga lawan Bolton Wanderers. Musim lalu, Ferguson mendapat hukuman serupa namun besarnya denda bertambah dua kali lipat, menjadi 10 ribu pound, menyusul sikap protesnya terhadap wasit Mike Dean seusai laga MU versus Hull City.(MEG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
