Sanksi Fergie Dinilai Terlalu Lunak
Manchester United ME Gunawan13/11/2009 11:40 | Manchester United
Manajer MU, Sir Alex Ferguson di sesi konferensi pers yang berlangsung di Inonu Stadium, Istanbul, 14 September 14, 2009, sehari sebelum laga Liga Champions melawan Besiktas. AFP PHOTO / MUSTAFA OZER
Sir Alex Ferguson (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, London: Persatuan wasit, Prospect, lewat Sekretaris Jenderalnya, Alain Leighton menilai Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) lewat Komisi Kontrol dan Disiplin, terlalu lunak menghukum manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, menyusul komentar pedasnya terhadap kepemimpinan wasit Alan Wiley di laga lawan Sunderland, 3 Oktober lalu.
Kamis (12/11) kemarin, setelah menggelar hearing selama kurang lebih tiga jam, Komisi menjatuhkan sanksi touchline ban sebanyak empat pertandingan, dua di antaranya ditangguhkan sampai akhir musim 2010-2011, dan denda sebesar 20 ribu pound kepada Ferguson yang mencibir Wiley sebagai wasit yang tidak fit (Baca: Ferguson Kena Batunya).
Di mata Leighton dan jajarannya, hukuman itu terlalu lunak (lembut). Prospect menginginkan FA menghukum Ferguson dengan gaya UEFA yang menerapkan stadium ban, bukan touchline ban. Dengan hanya menerima hukuman touchline ban, Ferguson masih dimungkinkan (diperbolehkan) berinteraksi dengan para pemainnya, sebelum, pada waktu turun minum, dan sesudah pertandingan berlangsung.
Meskipun putusan ini kali pertama diberlakukan terhadap komentar seorang manajer seusai pertandingan, Leighton tetap menilai langkah FA keliru. “Dari sudut pandang kami, itu (putusan) mengecewakan. FA punya kesempatan untuk membuat titik baru dalam penegakan hukum dan justru membuangnya,” tegas Leighton seperti yang dikutip Daily Mirror.
“Kami pikir putusan ini bukan pesan yang tepat bagi para manajer lainnya. Hal ini tidak dimaksudkan sebagai “pembunuhan” kepada Ferguson. Akan tetapi, sangat jelas jika ia punya tempat yang lebih tinggi. Dan karenanya jika ia menerima sanksi yang ringan, para manajer lainnya bisa berpikir apa yang dikatakannya tidak serius. Padahal, mempertanyakan kebugaran wasit (Wiley) sama artinya dengan mempertanyakan kemampuan dan integritasnya dalam menunaikan tugas,” tandas Leighton.
Leighton mengklaim jika pihaknya akan segera bertemu dengan para pejabat FA guna mencari kemungkinan perubahan hukuman tersebut. “Setelah komentar Ferguson terkait Alan Wiley muncul di publik, kami berharap hukumannya cukup berat. Kini, kami akan melakukan pembicaraan dengan FA. Sebab, kami pikir, hal ini isu yang sangat besar,” pungkas Leighton.(MEG)
Kamis (12/11) kemarin, setelah menggelar hearing selama kurang lebih tiga jam, Komisi menjatuhkan sanksi touchline ban sebanyak empat pertandingan, dua di antaranya ditangguhkan sampai akhir musim 2010-2011, dan denda sebesar 20 ribu pound kepada Ferguson yang mencibir Wiley sebagai wasit yang tidak fit (Baca: Ferguson Kena Batunya).
Di mata Leighton dan jajarannya, hukuman itu terlalu lunak (lembut). Prospect menginginkan FA menghukum Ferguson dengan gaya UEFA yang menerapkan stadium ban, bukan touchline ban. Dengan hanya menerima hukuman touchline ban, Ferguson masih dimungkinkan (diperbolehkan) berinteraksi dengan para pemainnya, sebelum, pada waktu turun minum, dan sesudah pertandingan berlangsung.
Meskipun putusan ini kali pertama diberlakukan terhadap komentar seorang manajer seusai pertandingan, Leighton tetap menilai langkah FA keliru. “Dari sudut pandang kami, itu (putusan) mengecewakan. FA punya kesempatan untuk membuat titik baru dalam penegakan hukum dan justru membuangnya,” tegas Leighton seperti yang dikutip Daily Mirror.
“Kami pikir putusan ini bukan pesan yang tepat bagi para manajer lainnya. Hal ini tidak dimaksudkan sebagai “pembunuhan” kepada Ferguson. Akan tetapi, sangat jelas jika ia punya tempat yang lebih tinggi. Dan karenanya jika ia menerima sanksi yang ringan, para manajer lainnya bisa berpikir apa yang dikatakannya tidak serius. Padahal, mempertanyakan kebugaran wasit (Wiley) sama artinya dengan mempertanyakan kemampuan dan integritasnya dalam menunaikan tugas,” tandas Leighton.
Leighton mengklaim jika pihaknya akan segera bertemu dengan para pejabat FA guna mencari kemungkinan perubahan hukuman tersebut. “Setelah komentar Ferguson terkait Alan Wiley muncul di publik, kami berharap hukumannya cukup berat. Kini, kami akan melakukan pembicaraan dengan FA. Sebab, kami pikir, hal ini isu yang sangat besar,” pungkas Leighton.(MEG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
