Tevez Timbang Gantung Sepatu
Jelang Spanyol vs Argentina Dimas Ramadani14/11/2009 02:24 | Timnas Argentina
Striker Timnas Argentina, Carlos Tevez ketika berlatih jelang partai kualifikasi PD 2010 menghadapi Brasil di Rosario, 3 September 2009. AFP PHOTO/Juan Mabromata
Carlos Tevez (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Madrid: Pernyataan mengejutkan datang dari Carlos Tevez. Striker Manchester City ini mengungkapkan kemungkinan mengambil keputusan pensiun dini dari kancah sepakbola setelah memperkuat Argentina di Piala Dunia tahun depan.
Sensasional, mengingat Tevez baru berusia 25 tahun, usia yang dianggap menjadi puncak dalam karier pesepakbola. Apa yang melatarbelakangi? Tevez tidak ingin kecewa kehilangan kepercayaan sebagai pemain utama di "Tim Tango". Ia juga mengaku kelelahan dengan padatnya akumulasi pertandingan klub dan internasional.
Tapi tunggu dulu, Tevez benar-benar menimbang gantung sepatu jika Argentina keluar sebagai juara di Afrika Selatan (Afsel) nanti. “Kesempatan yang ada mulai pudar. Sebelumnya ada dan saya kurang bisa memanfaatkannya. Ketika tim membutuhkan gol saya tidak mampu mewujudkannya,” tutur Tevez sebagaimana dilansir Soccernet.
Dengan begitu, Tevez tidak heran melihat ada penyerang lain yang mampu merebut tempatnya. Diego Maradona, pelatih Timnas Argentina, belakangan memberi tempat utama di barisan penyerang kepada striker Real Madrid, Gonzalo Higuain.
Masalah kompleks berkecamuk. Ada urusan keluarga dan keinginan kembali ke Boca Juniors. “Terlintas olehku gantung sepatu jika kami (Argentina) memenangi Piala Dunia, walaupun saya masih terikat kontrak dengan Manchester City hingga 2014,” aku Tevez sebelum Argentina berhadapan dengan Spanyol dalam pertandingan internasional di Vicente Calderon, Madrid. “Saya lelah dengan sepakbola. Saya ingin menikmati waktu bersama keluarga. Ingin rasanya bisa tenang dan meninggalkan sepakbola terlintas di pikiranku.”
Tevez bulan lalu sempat menyuarakan keinginan pensiun dari Timnas Argentina menyusul kritik sulitnya Albiceleste lolos dari babak kualifikasi Zona Amerika Selatan. Dan yang paling membuatnya kesal adalah anggapan bahwa pemain sepertinya sudah tidak lagi berambisi memperkuat timnas karena sudah kenyang dengan uang yang melimpah.
Tevez sudah banyak mendulang sukses. Ia tercatat tiga kali berturut-turut terpilih sebagai Pemain Terbaik Amerika Selatan. Ia juga sudah memenangi Piala Libertadores dan Piala Dunia Antarklub bersama Boca Juniors, Liga Brasil bersama Corinthians dan medali emas Olimpiade bersama Argentina di 2004.
Di Inggris, negeri perantauannya di Eropa, Tevez membantu West Ham United terhindar dari degradasi pada 2007. Di Manchester United, ia sukses menggenggam dua gelar Liga Premier dan satu Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub tahun lalu. (DIM)
Sensasional, mengingat Tevez baru berusia 25 tahun, usia yang dianggap menjadi puncak dalam karier pesepakbola. Apa yang melatarbelakangi? Tevez tidak ingin kecewa kehilangan kepercayaan sebagai pemain utama di "Tim Tango". Ia juga mengaku kelelahan dengan padatnya akumulasi pertandingan klub dan internasional.
Tapi tunggu dulu, Tevez benar-benar menimbang gantung sepatu jika Argentina keluar sebagai juara di Afrika Selatan (Afsel) nanti. “Kesempatan yang ada mulai pudar. Sebelumnya ada dan saya kurang bisa memanfaatkannya. Ketika tim membutuhkan gol saya tidak mampu mewujudkannya,” tutur Tevez sebagaimana dilansir Soccernet.
Dengan begitu, Tevez tidak heran melihat ada penyerang lain yang mampu merebut tempatnya. Diego Maradona, pelatih Timnas Argentina, belakangan memberi tempat utama di barisan penyerang kepada striker Real Madrid, Gonzalo Higuain.
Masalah kompleks berkecamuk. Ada urusan keluarga dan keinginan kembali ke Boca Juniors. “Terlintas olehku gantung sepatu jika kami (Argentina) memenangi Piala Dunia, walaupun saya masih terikat kontrak dengan Manchester City hingga 2014,” aku Tevez sebelum Argentina berhadapan dengan Spanyol dalam pertandingan internasional di Vicente Calderon, Madrid. “Saya lelah dengan sepakbola. Saya ingin menikmati waktu bersama keluarga. Ingin rasanya bisa tenang dan meninggalkan sepakbola terlintas di pikiranku.”
Tevez bulan lalu sempat menyuarakan keinginan pensiun dari Timnas Argentina menyusul kritik sulitnya Albiceleste lolos dari babak kualifikasi Zona Amerika Selatan. Dan yang paling membuatnya kesal adalah anggapan bahwa pemain sepertinya sudah tidak lagi berambisi memperkuat timnas karena sudah kenyang dengan uang yang melimpah.
Tevez sudah banyak mendulang sukses. Ia tercatat tiga kali berturut-turut terpilih sebagai Pemain Terbaik Amerika Selatan. Ia juga sudah memenangi Piala Libertadores dan Piala Dunia Antarklub bersama Boca Juniors, Liga Brasil bersama Corinthians dan medali emas Olimpiade bersama Argentina di 2004.
Di Inggris, negeri perantauannya di Eropa, Tevez membantu West Ham United terhindar dari degradasi pada 2007. Di Manchester United, ia sukses menggenggam dua gelar Liga Premier dan satu Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub tahun lalu. (DIM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
