Perjudian Pellegrini
Jelang El Clasico ME Gunawan27/11/2009 14:50 | Jelang El Clasico
Gurat kekecewaan pelatih Real Madrid, Manuel Pellegrini melihat timnya menelan kekalahan 1-2 dari Sevilla dalam lanjutan La Liga yang digelar di Ramon Sanchez Pizjuan Stadium, 4 Oktober 2009. AFP PHOTO / CRISTINA QUICLER
Manuel Pellegrini (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Madrid: Laga terakbar dalam panggung persepakbolaan Spanyol kian dekat digelar. Bertempat di Nou Camp Stadium, Minggu (29/11), lusa, dua tim raksasa di Negeri Matador dan Benua Biru, Barcelona dan Real Madrid akan saling berjibaku dalam duel yang bertajuk El Clasico.
Partai yang penuh gengsi bahkan sarat dengan muatan politik itu memberikan tekanan luar biasa kepada entrenador Madrid, Manuel Pellegrini. Beberapa pekan sebelumnya, santer terdengar jika nasib Pellegrini di Santiago Bernabeu sedikit banyak bakal tergantung dari hasil pertandingan melawan skuad asuhan Josep Guardiola (Baca: El Clasico Penentu Nasib Pellegrini).
Yang membuat kepala Pellegrini pusing tujuh keliling adalah keputusannya seputar jadi tidaknya pemain bintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo bermain sejak awal pertandingan dan komposisi lini depan Madrid menghadapi Carles Puyol dkk.
Seperti yang dilansir Sport, cedera engkel yang diderita CR9 belum pulih benar. Meskipun tampil selama kurang lebih 25 menit di laga lawan FC Zurich, Rabu (25/11) lalu, dengan mata telanjang pun dapat dilihat dengan jelas jika penampilan mantan ikon Manchester United itu jauh dari performa terbaiknya.
Lagipula, seusai laga tersebut, kepada Pellegrini, Ronaldo mengakui jika dirinya kelelahan. Artinya, mantan coach Villarreal itu tahu persis dengan kondisi fisik CR9 yang sebenarnya. Andai dipaksakan bermain, bisa jadi penampilan Ronaldo jauh dari harapan dan, bahkan, cedera engkelnya bisa bertambah parah dan memaksanya harus naik meja operasi, opsi yang akan meminggirkan Ronaldo dari lapangan hijau selama beberapa minggu. Di lain sisi, Pellegrini sadar betul dengan tuntutan Presiden Klub, Florentino Perez yang menghendaki semua pemain bintangnya dapat tampil di laga bergengsi seperti El Clasico.
Soal lain, seperti yang dilansir harian AS, Pellegrini menghadapi dilema siapa yang akan diturunkannya di lini depan sebagai tandem Raul Gonzalez. Pilihannya ada dua, striker asal Prancis, Karim Benzema, dan bomber asal Argentina, Gonzalo Higuain. AS mengklaim, Pellegrini justru akan menurunkan Benzema sejak awal pertandingan.
Padahal, melihat rekam jejak dalam beberapa pertandingan terakhir, penampilan Higuain lebih memukau dan produktif. Higuain yang mencetak gol tunggal kemenangan lawan FC Zurich sejauh ini mampu mencetak empat gol dari tiga laga terakhir La Liga. Sementara, jumlah gol sebanyak itu baru diraih Benzema dalam 13 pertandingan di semua ajang kompetisi. Akankah perjudian Pellegrini kali ini berhasil?
Partai yang penuh gengsi bahkan sarat dengan muatan politik itu memberikan tekanan luar biasa kepada entrenador Madrid, Manuel Pellegrini. Beberapa pekan sebelumnya, santer terdengar jika nasib Pellegrini di Santiago Bernabeu sedikit banyak bakal tergantung dari hasil pertandingan melawan skuad asuhan Josep Guardiola (Baca: El Clasico Penentu Nasib Pellegrini).
Yang membuat kepala Pellegrini pusing tujuh keliling adalah keputusannya seputar jadi tidaknya pemain bintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo bermain sejak awal pertandingan dan komposisi lini depan Madrid menghadapi Carles Puyol dkk.
Seperti yang dilansir Sport, cedera engkel yang diderita CR9 belum pulih benar. Meskipun tampil selama kurang lebih 25 menit di laga lawan FC Zurich, Rabu (25/11) lalu, dengan mata telanjang pun dapat dilihat dengan jelas jika penampilan mantan ikon Manchester United itu jauh dari performa terbaiknya.
Lagipula, seusai laga tersebut, kepada Pellegrini, Ronaldo mengakui jika dirinya kelelahan. Artinya, mantan coach Villarreal itu tahu persis dengan kondisi fisik CR9 yang sebenarnya. Andai dipaksakan bermain, bisa jadi penampilan Ronaldo jauh dari harapan dan, bahkan, cedera engkelnya bisa bertambah parah dan memaksanya harus naik meja operasi, opsi yang akan meminggirkan Ronaldo dari lapangan hijau selama beberapa minggu. Di lain sisi, Pellegrini sadar betul dengan tuntutan Presiden Klub, Florentino Perez yang menghendaki semua pemain bintangnya dapat tampil di laga bergengsi seperti El Clasico.
Soal lain, seperti yang dilansir harian AS, Pellegrini menghadapi dilema siapa yang akan diturunkannya di lini depan sebagai tandem Raul Gonzalez. Pilihannya ada dua, striker asal Prancis, Karim Benzema, dan bomber asal Argentina, Gonzalo Higuain. AS mengklaim, Pellegrini justru akan menurunkan Benzema sejak awal pertandingan.
Padahal, melihat rekam jejak dalam beberapa pertandingan terakhir, penampilan Higuain lebih memukau dan produktif. Higuain yang mencetak gol tunggal kemenangan lawan FC Zurich sejauh ini mampu mencetak empat gol dari tiga laga terakhir La Liga. Sementara, jumlah gol sebanyak itu baru diraih Benzema dalam 13 pertandingan di semua ajang kompetisi. Akankah perjudian Pellegrini kali ini berhasil?
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
