Irlandia Minta Tiket Ekstra
Play-off Piala Dunia 2010 Dimas Ramadani30/11/2009 21:04 | Piala Dunia 2010
Protes para pemain Irlandia (thesun)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Cape Town: Kekalahan kontroversial Republik Irlandia dari Prancis di babak play-off masih menyisakan cerita. Gol penentu Prancis yang dibukukan William Gallas tercipta setelah sebelumnya Trhierry Henry handball. Irlandia belum berhenti berusaha tampil di putaran final Piala Dunia 2010 setelah sebelumnya permintaan tanding ulang pupus.
Presiden FIFA, Sepp Blatter mengungkapkan bahwasanya Irlandia meminta tempat ekstra agar bisa berlaga di Afrika Selatan (Afsel) tahun depan. “Saya akan membawa masalah ini ke Komite Eksekutif FIFA,” aku Blatter seperti dikutip The Telegraph.
Komite Eksekutif FIFA menggelar sidang darurat di Cape Town, Afsel, Rabu (2/12), dua hari sebelum acara drawing putaran final. Namun isu utama yakni penambahan jumlah wasit yang bertugas di lapangan dan tambahan teknologi video di garis gawang.
Jika disetujui mayoritas anggota maka selanjutnya dua ide tersebut akan dibahas badan khusus pembentuk dan pengesah aturan sepakbola yang digelar di Zurich pada Maret nanti. Sesuai pernyataan Blatter, bertambahnya jumlah wasit dalam satu pertandingan di Piala Dunia 2010 sangat memungkinkan. Namun masih perlu dibahas pembagian tugas di dalamnya.
Sepertinya keputusan mutlak tetap berada pada wasit pertama yang saat ini dibantu dua asisten alias hakim garis, kemungkinan bertambah dua asisten lagi. “Wasit hanya memiliki dua mata, jadi kontrol pertandingan kini menjadi agenda utama,” katanya lagi.
Mengenai Irlandia? Blatter sulit untuk mengamini permintaan dari PSSI-nya Irlandia (FAI). Orang nomor satu di persepakbolaan dunia ini menmbayangkan nantinya Kosta Rika akan meminta hak yang sama dengan Irlandia karena mereka menganggap gol Uruguay berbau offside. FAI mengkonfirmasi, “Banyak dibahas dalam pertemuan pada Jumat (20/11) yang mengenai pengakomodasian Irlandia untuk berlaga di Piala Dunia 2010.”(DIM)
Presiden FIFA, Sepp Blatter mengungkapkan bahwasanya Irlandia meminta tempat ekstra agar bisa berlaga di Afrika Selatan (Afsel) tahun depan. “Saya akan membawa masalah ini ke Komite Eksekutif FIFA,” aku Blatter seperti dikutip The Telegraph.
Komite Eksekutif FIFA menggelar sidang darurat di Cape Town, Afsel, Rabu (2/12), dua hari sebelum acara drawing putaran final. Namun isu utama yakni penambahan jumlah wasit yang bertugas di lapangan dan tambahan teknologi video di garis gawang.
Jika disetujui mayoritas anggota maka selanjutnya dua ide tersebut akan dibahas badan khusus pembentuk dan pengesah aturan sepakbola yang digelar di Zurich pada Maret nanti. Sesuai pernyataan Blatter, bertambahnya jumlah wasit dalam satu pertandingan di Piala Dunia 2010 sangat memungkinkan. Namun masih perlu dibahas pembagian tugas di dalamnya.
Sepertinya keputusan mutlak tetap berada pada wasit pertama yang saat ini dibantu dua asisten alias hakim garis, kemungkinan bertambah dua asisten lagi. “Wasit hanya memiliki dua mata, jadi kontrol pertandingan kini menjadi agenda utama,” katanya lagi.
Mengenai Irlandia? Blatter sulit untuk mengamini permintaan dari PSSI-nya Irlandia (FAI). Orang nomor satu di persepakbolaan dunia ini menmbayangkan nantinya Kosta Rika akan meminta hak yang sama dengan Irlandia karena mereka menganggap gol Uruguay berbau offside. FAI mengkonfirmasi, “Banyak dibahas dalam pertemuan pada Jumat (20/11) yang mengenai pengakomodasian Irlandia untuk berlaga di Piala Dunia 2010.”(DIM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
