Beckenbauer Tak Suka Brasil ala Dunga
Timnas Brasil ME Gunawan02/12/2009 07:35 | Timnas Brasil
Franz Beckenbauer (fas.net)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Muenchen: Setiap kali turnamen terakbar di jagat raya, Piala Dunia (PD), digelar, Timnas Brasil selalu menjadi negara unggulan. Pun begitu pula menjelang PD 2010 di Afrika Selatan. Kaka dkk diyakini bakal menjadi salah satu dari delapan unggulan pertama (top seeded) dalam drawing PD 2010 yang rencananya akan berlangsung di Cape Town, Jumat (4/12) lusa.
Akan tetapi, rupanya tidak semua orang suka dengan performa Kaka dkk di lapangan hijau. Salah satunya, tokoh sepakbola asal Jerman, Franz Beckenbauer. Der Kaiser, julukannya, satu-satunya orang yang mampu meraih gelar juara dunia sebagai pemain (1974) dan pelatih (1990) itu dengan terbuka menyatakan ketidaksenangannya terhadap gaya permainan Brasil di bawah asuhan Carlos Dunga.
“Jika berbicara tentang Brasil, maka yang langsung muncul dalam benak saya adalah tim di era 1970 (meraih gelar juara dunia di PD 1970 yang berlangsung di Meksiko),” aku Beckenbauer seperti yang dikutip Soccernet. Sebab, “Para pemainnya, semisal Carlos Alberto, Pele, selalu bermain menyerang dan menyerang,” imbuhnya.
Sekarang? “Tim (Brasil) saat ini hanya mempunyai satu striker yaitu Kaka, dan penyerang gantung, Robinho. Ia (Robinho) bisa nimbrung dalam acara sirkus. Tapi, ia bukanlah tipe pemain yang mengutamakan tim. Saya tidak tahu dengan tim ini. Saya pun tidak suka dengan gaya atau style permainan yang mereka tampikan,” tegas Der Kaiser.
Setelah gagal total di PD 2006, Konfederasi Sepakbola Brasil (CBF) mendaulat Dunga untuk menjadi suksesor Carlos Alberto Parreira. Padahal, Dunga tidak memiliki rekam jejak atau pengalaman di level internasional. Dunga pun membawa gaya baru ke dalam Tim Samba, lebih menitikberatkan pertahanan, keseimbangan tim, dan mengandalkan serangan balik.
Hal itulah yang menjadi sorotan dan kritikan sejumlah pengamat sepakbola. Termasuk, Beckenbauer. “Pelatih mereka (Dunga) marah dengan sikap saya yang melontarkan kritik ke depan publik. Tapi, maaf, bagi saya, Brasil adalah tim yang selalu menyerang dan mencetak gol. Bukan mengendalikan permainan. Bagi saya, Spanyol adalah tim terbaik di Eropa dan mungkin di dunia saat ini,” tandas mantan Presiden Bayern Muenchen tersebut.(MEG)
Akan tetapi, rupanya tidak semua orang suka dengan performa Kaka dkk di lapangan hijau. Salah satunya, tokoh sepakbola asal Jerman, Franz Beckenbauer. Der Kaiser, julukannya, satu-satunya orang yang mampu meraih gelar juara dunia sebagai pemain (1974) dan pelatih (1990) itu dengan terbuka menyatakan ketidaksenangannya terhadap gaya permainan Brasil di bawah asuhan Carlos Dunga.
“Jika berbicara tentang Brasil, maka yang langsung muncul dalam benak saya adalah tim di era 1970 (meraih gelar juara dunia di PD 1970 yang berlangsung di Meksiko),” aku Beckenbauer seperti yang dikutip Soccernet. Sebab, “Para pemainnya, semisal Carlos Alberto, Pele, selalu bermain menyerang dan menyerang,” imbuhnya.
Sekarang? “Tim (Brasil) saat ini hanya mempunyai satu striker yaitu Kaka, dan penyerang gantung, Robinho. Ia (Robinho) bisa nimbrung dalam acara sirkus. Tapi, ia bukanlah tipe pemain yang mengutamakan tim. Saya tidak tahu dengan tim ini. Saya pun tidak suka dengan gaya atau style permainan yang mereka tampikan,” tegas Der Kaiser.
Setelah gagal total di PD 2006, Konfederasi Sepakbola Brasil (CBF) mendaulat Dunga untuk menjadi suksesor Carlos Alberto Parreira. Padahal, Dunga tidak memiliki rekam jejak atau pengalaman di level internasional. Dunga pun membawa gaya baru ke dalam Tim Samba, lebih menitikberatkan pertahanan, keseimbangan tim, dan mengandalkan serangan balik.
Hal itulah yang menjadi sorotan dan kritikan sejumlah pengamat sepakbola. Termasuk, Beckenbauer. “Pelatih mereka (Dunga) marah dengan sikap saya yang melontarkan kritik ke depan publik. Tapi, maaf, bagi saya, Brasil adalah tim yang selalu menyerang dan mencetak gol. Bukan mengendalikan permainan. Bagi saya, Spanyol adalah tim terbaik di Eropa dan mungkin di dunia saat ini,” tandas mantan Presiden Bayern Muenchen tersebut.(MEG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
