Beckham Berduka
David Beckham Dimas Ramadani03/12/2009 08:19 | Obituari
Reaksi dari bintang Los Angeles Galaxy asal Inggris, David Beckham dalam pertandingan LA Galaxy vs Barcelona di Rose Bowl, Pasadena, 1 Agustus 2009. Barcelona menang 2-1. AFP PHOTO/GABRIEL BOUYS
David Beckham (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, London: David Beckham berduka. Joseph ‘Joe’ West, kakek yang sangat dekat dengannya meninggal dunia. Kabar yang datang di saat ia tengah sibuk menjadi duta Inggris dalam upaya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.
Meninggalnya sang kakek hanya beberapa jam setelah bintang Los Angeles (LA) Galaxy itu mendarat di Afrika Selatan (Afsel). Di “Negeri Apartheid” Beckham datang untuk memeriahkan drawing putaran final Piala Dunia 2010 di Cape Town, Afsel, Jumat (4/12), sekaligus melobi deretan petinggi FIFA untuk memuluskan rencana Inggris.
Beckham sangat dekat dengan Joe yang meninggal di usia 83 tahun. Beberapa kali Beckham menyebut namanya sebagai sumber inspirasi di balik kesuksesannya sebagai pesepakbola profesional.
Joe merupakan ayah dari ibunda Beckham. Di bawah bimbingan Joe, gelandang yang berhasrat membela The Three Lions di Piala Dunia tahun depan ini sempat menyicipi bermain di sekolah sepakbola Tottenham Hotspur, klub favorit sang kakek. Diyakini pihak keluarga Beckham meminta agar suami Victoria itu tetap berada di Afsel mengingat tugas mulia yang diemban.
Akan tetapi diyakini pemain berusia 34 tahun itu sangat ingin segera terbang ke London untuk melepas jasad sang kakek ke peristirahatan terakhirnya. “David (Beckham) sangat sedih. Dia sangat dekat dengan Joe yang dianggapnya sebagai mentor,” kata teman Beckham sebagaimana dirilis The Sun.
“Dia baru saja turun dari pesawat—tiba di Afsel—ketika mendapat kabar duka. Keluarganya memintanya tetap fokus kepada komitmen dan tugas yang sedang diemban. Tapi tidak dipungkiri bahwa David sangat ingin menghadiri pemakaman Joe. Jika saja dia bisa terbang ke Inggris,” tutur sang sumber menambahkan.(DIM)
Meninggalnya sang kakek hanya beberapa jam setelah bintang Los Angeles (LA) Galaxy itu mendarat di Afrika Selatan (Afsel). Di “Negeri Apartheid” Beckham datang untuk memeriahkan drawing putaran final Piala Dunia 2010 di Cape Town, Afsel, Jumat (4/12), sekaligus melobi deretan petinggi FIFA untuk memuluskan rencana Inggris.
Beckham sangat dekat dengan Joe yang meninggal di usia 83 tahun. Beberapa kali Beckham menyebut namanya sebagai sumber inspirasi di balik kesuksesannya sebagai pesepakbola profesional.
Joe merupakan ayah dari ibunda Beckham. Di bawah bimbingan Joe, gelandang yang berhasrat membela The Three Lions di Piala Dunia tahun depan ini sempat menyicipi bermain di sekolah sepakbola Tottenham Hotspur, klub favorit sang kakek. Diyakini pihak keluarga Beckham meminta agar suami Victoria itu tetap berada di Afsel mengingat tugas mulia yang diemban.
Akan tetapi diyakini pemain berusia 34 tahun itu sangat ingin segera terbang ke London untuk melepas jasad sang kakek ke peristirahatan terakhirnya. “David (Beckham) sangat sedih. Dia sangat dekat dengan Joe yang dianggapnya sebagai mentor,” kata teman Beckham sebagaimana dirilis The Sun.
“Dia baru saja turun dari pesawat—tiba di Afsel—ketika mendapat kabar duka. Keluarganya memintanya tetap fokus kepada komitmen dan tugas yang sedang diemban. Tapi tidak dipungkiri bahwa David sangat ingin menghadiri pemakaman Joe. Jika saja dia bisa terbang ke Inggris,” tutur sang sumber menambahkan.(DIM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
