Ancelotti Soroti Lini Tengah
Chelsea Dimas Ramadani08/12/2009 09:06 | Chelsea
Ekspresi Carlo Ancelotti saat laga derby London antara Chelsea versus Arsenal di Emirates Stadium, 29 November 2009. Chelsea unggul 3-0.
Carlo Ancelotti (telegraph)
Artikel Terkait
Liputan6.com, London: Barisan tengah Chelsea merupakan salah satu yang terbaik di Liga Premier. Klaim yang ditunjang bukti ketika The Blues memukul telak Arsenal 3-0 di Emirates Stadium sembilan hari lalu. Akan tetapi unit kerja Frank Lampard dkk tidak berjalan apik ketika bertandang ke City of Manchester Stadium.
Pada laga yang dimainkan Sabtu (5/12) lalu itu Chelsea kalah 1-2 dari si empunya kandang, Manchester City. Lini inilah yang secara tersirat mendapat kritikan dari manajer Chelsea, Carlo Ancelotti, jelang partai penutup babak penyisihan Liga Champions, Rabu (9/12) dini hari WIB.
Menghadapi Apoel Nikosia di Stanford Bridge, Ancelotti hendak melakukan beberapa perubahan di lini tengah. Akan tetapi bukan berarti perubahan yang dilakukan ini bersifat permanen. Mantan arsitek AC Milan ini sekadar hendak melakukan penyegaran, sebelum menjamu Everton dan Portsmouth di dua partai Liga Premier.
Ancelotti terhitung sangat jarang mengkritik. Tapi ia menganggap bahwa lini tengahnya tidak bisa menahan tekanan berat ketika berhadapan dengan City sehingga gagal memberi kontribusi buat duet striker Didier Drogba dan Nicolas Anelka. Karena sasarannya pemain senior seperti Lampard, Deco, Michael Ballack dan Michael Essien kritikan Ancelotti diperhalus.
“Masalahnya City memberi tekanan berat kepada para gelandang setelah kami unggul. Kami selanjutnya tidak bisa tampil optimal. Kekuatan mereka (City) tampil lebih di pertengahan babak pertama sehingga membuat kami kesulitan. Ketika lawan menekan lini tengah, kami harus bisa memanfaatkan ruang yang terbuka agar bisa mengkreasi peluang buat barisan penyerang. Dan kami kesulitan mengembangkannya.”
Setelah ‘menyentil’ lini tengahnya, Ancelotti tidak bersikap demikian terhadap Petr Cech yang dianggap melakukan kesalahan di balik terciptanya dua gol City. Paling kentara adalah gol kedua saat ia terlalu cepat mengambil keputusan sehingga tendangan bebas Carlos Tevez nyeplos ke gawangnya. Namun bagi Ancelotti kiper internasional Republik Ceska itu tetap yang terbaik di Inggris.(DIM)
Pada laga yang dimainkan Sabtu (5/12) lalu itu Chelsea kalah 1-2 dari si empunya kandang, Manchester City. Lini inilah yang secara tersirat mendapat kritikan dari manajer Chelsea, Carlo Ancelotti, jelang partai penutup babak penyisihan Liga Champions, Rabu (9/12) dini hari WIB.
Menghadapi Apoel Nikosia di Stanford Bridge, Ancelotti hendak melakukan beberapa perubahan di lini tengah. Akan tetapi bukan berarti perubahan yang dilakukan ini bersifat permanen. Mantan arsitek AC Milan ini sekadar hendak melakukan penyegaran, sebelum menjamu Everton dan Portsmouth di dua partai Liga Premier.
Ancelotti terhitung sangat jarang mengkritik. Tapi ia menganggap bahwa lini tengahnya tidak bisa menahan tekanan berat ketika berhadapan dengan City sehingga gagal memberi kontribusi buat duet striker Didier Drogba dan Nicolas Anelka. Karena sasarannya pemain senior seperti Lampard, Deco, Michael Ballack dan Michael Essien kritikan Ancelotti diperhalus.
“Masalahnya City memberi tekanan berat kepada para gelandang setelah kami unggul. Kami selanjutnya tidak bisa tampil optimal. Kekuatan mereka (City) tampil lebih di pertengahan babak pertama sehingga membuat kami kesulitan. Ketika lawan menekan lini tengah, kami harus bisa memanfaatkan ruang yang terbuka agar bisa mengkreasi peluang buat barisan penyerang. Dan kami kesulitan mengembangkannya.”
Setelah ‘menyentil’ lini tengahnya, Ancelotti tidak bersikap demikian terhadap Petr Cech yang dianggap melakukan kesalahan di balik terciptanya dua gol City. Paling kentara adalah gol kedua saat ia terlalu cepat mengambil keputusan sehingga tendangan bebas Carlos Tevez nyeplos ke gawangnya. Namun bagi Ancelotti kiper internasional Republik Ceska itu tetap yang terbaik di Inggris.(DIM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
