Sukses

Lionel Messi, Kegagalan, dan Airmata

Liputan6.com, New Jersey - Sial benar Lionel Messi. Membawa Argentina lolos ke final untuk tiga kali berturut-turut, namun selalu kalah. Teranyar, Argentina kembali gagal di final Copa America 2016 Centenario yang berlangsung di Amerika Serikat.



Setelah bermain 0-0 hingga 120 menit, Argentina harus menerima kenyataan pahit  kalah dalam drama adu penalti kontra Chile. Laga itu juga menjadi ulangan Copa America 2015, di mana Chile yang bertindak sebagai tuan rumah mengalahkan Lionel Messi dan kawan-kawan di partai puncak.

Sebelumnya, di final Copa America 2007, Messi gagal bersama Albiceleste. Lalu, Argentina juga takluk di final Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Brasil. Di final, Albiceleste menyerah 0-1 dari Jerman berkat gol semata wayang Mario Gotze.



Di Copa America Centenario tergolong sangat menyakitkan bagi penyerang Barcelona ini. Messi gagal dalam drama adu penalti, sebab tembakannya melambung di atas gawang Chile yang dikawal Claudio Bravo.



Padahal, Messi berkesempatan mengantarkan Argentina mengakhiri puasa gelar sejak terakhir juara pada Copa America 1993. Tak pelak, air mata pun membasahi pipi pemain berusia 29 tahun tersebut.

  
 
Empat kali final bersama Argentina dan selalu gagal juara bukanlah catatan yang bagus untuk pemain yang telah mengoleksi lima penghargaan Ballon d’Or ini. Messi sepertinya juga tidak akan pernah juara bersama Argentina setelah dia memutuskan pensiun dari laga internasional.

Video Messi gagal dalam drama adu penalti:

 

Artikel Selanjutnya
'Messi Superior, Tak Bisa Dibandingkan dengan Ronaldo'
Artikel Selanjutnya
Xavi Tegaskan Messi Lebih Hebat dari Ronaldo