Estudiantes Lolos ke Final
Piala Dunia Antarklub 2009 ME Gunawan16/12/2009 00:55 | Piala Dunia Antarklub
Striker Estudiantes de La Plata, Mauro Boselli merayakan gol kedua timnya ke gawang Pohang Steelers di semifinal Piala Dunia Antarklub di Mohammed bin Zayed Stadium, Abu Dhabi, 15 Desember 2009. AFP PHOTO/SALEM KHAMIS
Mauro Boselli (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Abu Dhabi: Final idaman Piala Dunia Antarklub 2009 antara jawara Libertadores (Estudiantes de la Plata) dan juara Liga Champions Eropa (Barcelona) tinggal menunggu waktu. Di partai semifinal yang pertama, The Lion, julukan Estudiantes sukses menyingkirkan juara Liga Champions Asia, Pohang Steelers 2-1 (2-0) dalam laga yang digelar di Mohamed Bin Zayed Stadium, Abu Dhabi, Selasa (15/12).
Kedua gol kemenangan Estudiantes dihasilkan dari kaki gelandang menyerang Leandro Benitez masing-masing di menit kedua injury time babak pertama dan menit ke-53. Gol balasan Pohang dicetak Denilson Martins Nascimiento di menit ke-70. Gol ketiga bagi Denilson yang sementara menempati posisi puncak dalam daftar top skorer sementara.
Namun, kemenangan bagi Estudiante terasa hambar mengingat sejak 10 menit pertama di babak kedua, Pohang tampil compang-camping menyusul satu per satu pemainnya mendapat kartu merah dari wasit asal Italia, Roberto Rosetti. Bahkan, gol balasan Denilson tercipta ketika Pohang defisit satu pemain menyusul dikeluarkannya kapten tim Hwang Jae-Won di menit ke-56.
Menyimak jalannya pertandingan, Estudiantes yang unggul secara teknik dan materi tim tampil dominan. Di menit keenam, tendangan salto gelandang Rodrigo Bana membentur tiang. Sayang, bola rebound gagal diselesaikan Benitez menyusul sepakannya yang melambung jauh dari sasaran. Di menit ke-18, sundulan Mauro Boselli yang meneruskan umpan lambung Benitez masih melenceng.
Estudiantes terus menggempur Pohang. Di menit ke-43, tendangan Enzo Perez masih meluncur tipis di atas mistar gawang Pohang yang dikawal Hwa-Yong Shin. Tekanan Estudiantes akhirnya membuahkan hasil beberapa detik sebelum peluit akhir babak pertama berakhir. Tendangan bebas yang dieksekusi Benitez diteruskan Boselli lewat sundulan tipisnya yang membuat Hwa-Yong terpaku. Tipisnya kontak antara Boselli dengan bola membuat FIFA menetapkan Benitez sebagai pencetak gol pertama tersebut. Skor 1-0 untuk Estudiantes bertahan sampai jeda.
Di babak kedua, Pohang yang tampil tanpa beban berusaha mencari gol balasan. Namun, di menit ke-53 justru Estudiantes yang menggandakan keunggulan lewat sepakan Benitez memanfaatkan bola cungkil Rodriguez yang gagal dihadang kiper Hwa-Yong. Skor 2-0 untuk Estudiantes.
Dua menit kemudian, Pohang terpukul setelah kapten Jae-Won mendapat kartu kuning kedua alias kartu merah. Anehnya, saat tampil dengan 10 pemain, Pohang mampu memperkecil kedudukan di menit ke-70 lewat sepakan Denilson. Dari tayang ulang, terlihat jelas jika sebelum mencetak gol, Denilson telah berdiri dalam posisi off-side. Namun, wasit tetap mensahkan gol tersebut. Skor menjadi 2-1.
Satu menit kemudian, wasit Rosetti kembali merogoh kartu dari sakunya. Kali ini, bagi Kim Jae-Yong yang melakukan pelanggaran keras terhadap kapten Estudiantes, Juan Sebastian Veron. Kartu kuning kedua bagi Jae-Yong yang berarti harus keluar lapangan. Enam menit kemudian, giliran kiper Hwa-Yong yang mendapat kartu merah langsung terkait pelanggarannya terhadap Maximiliano Nunez. Keputusan Rosetti ini pantas diperdebatkan.
Karena telah melakukan tiga pergantian pemain, Pohang tak mungkin memasukkan kiper cadangan. Alhasil, Denilson didaulat jadi kiper dadakan. Anehnya, meski tampil dengan 8 pemain, Pohang mampu mempertahankan gawangnya dari kebobolan. Meski demikian, Estudiantes tetap berhak melaju ke babak pamungkas dan diperkirakan akan bertemu dengan Barcelona.(MEG)
Kedua gol kemenangan Estudiantes dihasilkan dari kaki gelandang menyerang Leandro Benitez masing-masing di menit kedua injury time babak pertama dan menit ke-53. Gol balasan Pohang dicetak Denilson Martins Nascimiento di menit ke-70. Gol ketiga bagi Denilson yang sementara menempati posisi puncak dalam daftar top skorer sementara.
Namun, kemenangan bagi Estudiante terasa hambar mengingat sejak 10 menit pertama di babak kedua, Pohang tampil compang-camping menyusul satu per satu pemainnya mendapat kartu merah dari wasit asal Italia, Roberto Rosetti. Bahkan, gol balasan Denilson tercipta ketika Pohang defisit satu pemain menyusul dikeluarkannya kapten tim Hwang Jae-Won di menit ke-56.
Menyimak jalannya pertandingan, Estudiantes yang unggul secara teknik dan materi tim tampil dominan. Di menit keenam, tendangan salto gelandang Rodrigo Bana membentur tiang. Sayang, bola rebound gagal diselesaikan Benitez menyusul sepakannya yang melambung jauh dari sasaran. Di menit ke-18, sundulan Mauro Boselli yang meneruskan umpan lambung Benitez masih melenceng.
Estudiantes terus menggempur Pohang. Di menit ke-43, tendangan Enzo Perez masih meluncur tipis di atas mistar gawang Pohang yang dikawal Hwa-Yong Shin. Tekanan Estudiantes akhirnya membuahkan hasil beberapa detik sebelum peluit akhir babak pertama berakhir. Tendangan bebas yang dieksekusi Benitez diteruskan Boselli lewat sundulan tipisnya yang membuat Hwa-Yong terpaku. Tipisnya kontak antara Boselli dengan bola membuat FIFA menetapkan Benitez sebagai pencetak gol pertama tersebut. Skor 1-0 untuk Estudiantes bertahan sampai jeda.
Di babak kedua, Pohang yang tampil tanpa beban berusaha mencari gol balasan. Namun, di menit ke-53 justru Estudiantes yang menggandakan keunggulan lewat sepakan Benitez memanfaatkan bola cungkil Rodriguez yang gagal dihadang kiper Hwa-Yong. Skor 2-0 untuk Estudiantes.
Dua menit kemudian, Pohang terpukul setelah kapten Jae-Won mendapat kartu kuning kedua alias kartu merah. Anehnya, saat tampil dengan 10 pemain, Pohang mampu memperkecil kedudukan di menit ke-70 lewat sepakan Denilson. Dari tayang ulang, terlihat jelas jika sebelum mencetak gol, Denilson telah berdiri dalam posisi off-side. Namun, wasit tetap mensahkan gol tersebut. Skor menjadi 2-1.
Satu menit kemudian, wasit Rosetti kembali merogoh kartu dari sakunya. Kali ini, bagi Kim Jae-Yong yang melakukan pelanggaran keras terhadap kapten Estudiantes, Juan Sebastian Veron. Kartu kuning kedua bagi Jae-Yong yang berarti harus keluar lapangan. Enam menit kemudian, giliran kiper Hwa-Yong yang mendapat kartu merah langsung terkait pelanggarannya terhadap Maximiliano Nunez. Keputusan Rosetti ini pantas diperdebatkan.
Karena telah melakukan tiga pergantian pemain, Pohang tak mungkin memasukkan kiper cadangan. Alhasil, Denilson didaulat jadi kiper dadakan. Anehnya, meski tampil dengan 8 pemain, Pohang mampu mempertahankan gawangnya dari kebobolan. Meski demikian, Estudiantes tetap berhak melaju ke babak pamungkas dan diperkirakan akan bertemu dengan Barcelona.(MEG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
