Sukses

5 Fakta Unik Final Piala Eropa 2016

Liputan6.com, Saint Denis - Portugal resmi ditahbiskan sebagai juara Piala Eropa 2016 usai mengalahkan Prancis 1-0 di final di Stadion Stade de France, Senin (11/7/2016) dinihari WIB. Gol tunggal Portugal tercipta dari kaki Eder.

Ini adalah gelar pertama Piala Eropa pertama buat Portugal. Sebelumnya, prestasi tertinggi mereka adalah menjadi runner up di Piala Eropa 2004 saat menjadi tuan rumah.

Keberhasilan Portugal ini melawan prediksi banyak pihak. Maklum, dibanding Prancis, kiprah Portugal di Piala Eropa 2016 tidak terlalu mengilap.

Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan cuma mengemas satu kemenangan di waktu normal. Selain itu, mereka juga tak punya rekor mentereng saat harus melawan Prancis. Dari 10 pertemuan sebelumnya, Portugal tak pernah menang atas Les Bleus -julukan Prancis.

Usai berhasil menggenggam trofi Piala Eropa, beberapa fakta menarik juga diciptakan Selecao das Aquinas -julukan Portugal.

1 dari 2 halaman

Fakta Menarik

Dilansir dari berbagai sumber, berikut fakta yang tercipta usai Portugal menjuarai Piala Eropa.

1. Bek Portugal, Ricardo Carvalho menjadi pemain tertua yang pernah memenangkan Piala Eropa. Carvalho jadi juara di usia 38 tahun 53 hari.

2. Portugal memenangkan Piala Eropa 2016 dengan modal satu kemenangan di waktu normal dan memimpin pertandingan selama 72 menit sepanjang turnamen.

3. Kemenangan di partai final ini merupakan kemenangan pertama Portugal atas Prancis sejak 1973. Dari 10 partai sebelumnya, Portugal selalu kalah.

4. Gelandang Portugal, Renato Sanches menjadi pemain termuda yang pernah memenangkan Piala Eropa. Gelandang yang bermain di Bayern Muenchen itu saat ini berusia 18 tahun 326 hari.

5. Portugal menjadi negara ke-10 yang pernah memenangkan Piala Eropa. Jerman dan Spanyol menjadi tim yang paling banyak juara masing-masing dengan koleksi tiga trofi.

Artikel Selanjutnya
6 Fakta Menarik Kemenangan Real Madrid di Piala Super Spanyol
Artikel Selanjutnya
PHOTO: Menang atas Juventus 3-2, Lazio Angkat Trofi Piala Super Italia 2017