Sukses

Momen-Momen Tak Terlupakan Piala Eropa 2016

Liputan6.com, Paris - Piala Eropa 2016 melahirkan kejutan. Portugal yang tampil kurang menyakinkan sejak babak penyisihan grup keluar sebagai juara mengalahkan Prancis, yang berstatus tuan rumah.

Ini pertama kalinya Portugal mengangkat trofi turnamen besar dalam sejarah sepak bola mereka. Yang menarik, ini juga pertama kalinya Prancis kalah di turnamen besar ketika mereka menjadi tuan rumah.

Sejumlah momen juga tercipta dalam turnamen sepak bola antarnegara Eropa kali ini. Di antaranya saat Xhaka bersaudara harus saling mengalahkan karena membela negara yang berbeda.

Granit Xhaka memperkuat Timnas Swiss, dan kakaknya, Taulant Xhaka bermain untuk Albania. Sang adik mengalahkan sang kakak, Swiss sendiri mampu lolos dari fase grup, sedangkan Albania tersingkir di fase grup.


 
Momen lainnya adalah ketika Gerard Pique dan Sergio Ramos terlihat akur ketika merayakan gol Spanyol. Bukan rahasia lagi, hubungan Pique dan Ramos kerap renggang akibat persaingan Barcelona dan Real Madrid di Liga Spanyol.



Keputusan Zlatan Ibrahimovic pensiun dari Timnas Swedia juga menjadi sorotan. Yang ironis, Ibrahimovic gagal membawa Swedia lolos dari fase grup Piala Eropa 2016.



Islandia menjadi tim yang paling menyita perhatian selama Piala Eropa 2016. Mampu melangkah hingga perempat final, mengalahkan Inggris, dan tentu saja tepuk tangan Viking menggema di seantero Eropa.



Tangisan Cristiano Ronaldo tentu menjadi momen paling tak terlupakan di final Piala Eropa 2016. Ronaldo menangis sedih karena mengalami cedera dan harus ditarik keluar pada menit ke-25.



Namun, tangisan sedih Ronaldo berubah menjadi tangisan bahagia saat Portugal menjadi juara Piala Eropa 2016. Selecao juara berkat gol semata wayang Eder di babak tambahan.

Artikel Selanjutnya
Top 10 Berita Bola: Sepak Terjang Timnas di SEA Games 2017
Artikel Selanjutnya
VIDEO: Oleh-oleh dari ICC Singapura, Inter Milan Menjanjikan