Sukses

5 Hal Penting Tersisa dari Laga Final Euro 2016

Liputan6.com, Paris - Keberhasilan Portugal menjuarai Piala Eropa 2016 menjadi puncak kejutan yang ditampilkan tim-tim nonunggulan di Piala Eropa kali ini. Portugal juara setelah menang 1-0 atas tuan rumah, Prancis di Stade de France, Senin (11/7/2016) dinihari tadi WIB. Gol tunggal Portugal dicetak Eder.

Portugal memang menjadi salah satu tim nonunggulan pada Piala Eropa 2016. Mereka bukan tim favorit jika dibandingkan dengan kandidat juara seperti Jerman, Spanyol, atau tuan rumah Prancis.

Kiprah Portugal sebelum babak final pun seolah menegaskan julukan itu. Lolos ke 16 besar tanpa memetik sekali pun kemenangan di fase grup membuat Portugal dinilai cuma bermodalkan Dewi Fortuna.

Akan tetapi, kerja keras Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan berhasil mematahkan anggapan miring tersebut. Kini, Portugal telah mensejajarkan diri dengan tim-tim kelas atas Eropa lainnya yang pernah jadi juara Piala Eropa.

Berikut 5 hal yang bisa dipetik dari kemenangan Portugal tersebut seperti dilansir Mirror.
1 dari 6 halaman

Eder Sang Pahlawan

1. Eder Sang Pahlawan
Eder menjadi salah satu yang tampil mengejutkan di partai final. Gol tunggalnya yang membuat Portugal menang atas Prancis.

Kemunculan Eder sendiri, sebagai pahlawan Portugal tidak diprediksi banyak pihak. Pasalnya, Eder selama ini berstatus pemain cadangan di tim nasional Portugal. Namanya pun tidak banyak diketahui publik. Maklum, Eder bukan pemain besar yang bermain di klub papan atas Eropa.

Tapi,  yang diperbuat Eder di Final Piala Eropa 2016 membuktikan, yang bisa jadi pahlawan tidak selalu yang namanya dielu-elukan khalayak ramai.

2 dari 6 halaman

Tangis Berbeda Ronaldo

2. Dua tangis berbeda Cristiano Ronaldo
Di menit ke 25, Cristiano Ronaldo menangis setelah ditarik keluar dari pertandingan. Ronaldo sedih bukan main. Pasalnya, di partai sepenting Piala Eropa, saat tim membutuhkan dirinya, Ronaldo justru tidak bisa bermain penuh.

Ronaldo terpaksa ditarik keluar setelah berbenturan dengan gelandang Prancis, Dimitri Payet. Benturan itu membuat Ronaldo terkena cedera lutut parah.

Tapi, tangis kesedihan Ronaldo berubah menjadi tangisan bahagia di akhir pertandingan. Tak lain dan tak bukan, karena Portugal berhasil merengkuh gelar juara Piala Eropa. Gelar pertama bagi Ronaldo dan juga Portugal.

3 dari 6 halaman

Antiklimaks Dimitri Payet

3. Antiklimaks Dimitri Payet
Sebelum partai final, Dimitri Payet menjadi salah satu alasan mengapa Prancis dijagokan jadi juara Piala Eropa. Itu berkat penampilan gemilangnya bersama Prancis hingga partai semifinal.

Payet sendiri menjadi salah satu kandidat pemain terbaik di Piala Eropa 2016. Namun gemerlap penampilan Payet mendadak musnah di partai final.

Tak ada aksi brilian yang ditunjukan gelandang West Ham United tersebut. Surat kabar Prancis, L'Equipe bahkan memberikan nilai 3 bagi pemain berusia 29 tahun tersebut.

Kualitas mumpuni Payet berhasil dimatikan oleh kekompakan para gelandang Portugal yang diisi Joao Moutinho, William Carvanho, Renato Sanches, dan Adrien Silva.

4 dari 6 halaman

Sinar Sissoko

4. Sinar Sissoko
Terlepas dari kekalahan di final, Prancis sebetulnya dianugerahi stok gelandang mumpuni di Piala Eropa 2016. Salah satu gelandang mumpuni mereka adalah Moussa Sissoko.

Sissoko berposisi sebagai gelandang sayap. Awalnya, dia harus kalah bersaing dengan Blaise Matuidi, dan pendatang baru, N'Golo Kante. Gelandang yang bermain di Newcastle United ini baru mendapat kepercayaan tampil sejak awal, pada partai perempat final Piala Eropa 2016 melawan Islandia.

Kepercayaan pelatih Prancis, Didier Deschamps pun tidak disia-siakan Sissoko. Di partai final, kehadiran Sissoko membuat beban serangan tak hanya bertumpu pada Antoine Griezmann dan Dimitri Payet.

5 dari 6 halaman

Gegap gempita Paris

5. Gegap Gempita Paris
Di luar faktor teknis, antusiasme fans mungkin jadi hal yang membuat semangat tarung Portugal berlipat ganda. Ya, antusiasme fans itu mampu menandingi gemuruh yang dihadirkan fans tuan rumah.

Hal itu terbukti saat lagu kebangsaan Portugal, A Portuguesa berkumandang di Stade de France. Ribuan fans Portugal yang datang langsung ke stadion tidak ragu untuk lantang menyanyikan lagu kebangsaan mereka.

Kehadiran fans Portugal ke Prancis tidak hanya berdampak positif bagi Portugal. Ya, kehadiran mereka mengonfirmasi bahwa, Prancis khususnya Paris masih merupakan negara yang aman setelah serangan yang menimpa Paris sembilan bulan lalu.